Usai banjir bandang di Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), kini sebanyak 13.583 jiwa menjadi korban terdampak banjir. Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi menyebutkan ada sebanyak 4.182 rumah serta 4.211 KK yang terdampak banjir bandang.
"Total ada 13.583 jiwa yang jelas terdampak banjir ini," tutur Rahmi, Rabu (31/12/2025).
Banjir bandang yang mencapai leher orang dewasa ini terjadi di 31 desa di Balangan. Yakni ada sepuluh desa di Kecamatan Awayan, sembilan desa di Kecamatan Tebing Tinggi, delapan desa di Kecamatan Halong, dua desa di Kecamatan Juai, dan satu desa di Paringin Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya pembersihan terus dilakukan bersama dengan aparat setempat. Tim gabungan mencakup TNI, Polri, perusahaan setempat, dibantu juga oleh para relawan yang terjun ke lapangan.
"Saat ini kita proses pembersihan bersama aparat gabungan, agar lebih cepat prosesnya," tuturnya.
Rahmi menargetkan proses pembersihan rumah warga bisa segera selesai. Harapannya, warga bisa segera kembali beraktivitas dengan normal.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah turun langsung ke beberapa lokasi banjir di Kalsel. Mengutip detikFinance, KLH mengecek sejumlah perusahaan yang diduga menjadi penyebab banjir. Perusahaan-perusahaan tersebut diduga melanggar aturan terkait pembukaan lahan sehingga menimbulkan dampak banjir yang parah.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menduga banjir disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya debit air Sungai Martapura yang meluap. Namun yang tak kalah penting, Hanif menyoroti kemungkinan adanya andil sejumlah perusahaan dalam pemanfaatan lingkungan sekitar. Hal ini tengah didalami oleh KLH.
(des/des)
