KLH Cek Perusahaan yang Diduga Sebabkan Banjir di Kalsel

KLH Cek Perusahaan yang Diduga Sebabkan Banjir di Kalsel

Aulia Damayanti - detikKalimantan
Rabu, 31 Des 2025 14:28 WIB
Banjir di Balangan Kalsel pada Sabtu (27/12/2025) sore sudah mulai surut.
Banjir di Kabupaten Balangan. Foto: dok BPBD Balangan
Banjarmasin -

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah mengecek sejumlah perusahaan yang diduga menjadi penyebab banjir di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di Kabupaten Banjar. Perusahaan-perusahaan tersebut diduga melanggar aturan terkait pembukaan lahan sehingga menimbulkan dampak banjir yang parah.

Mengutip detikFinance, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq telah turun meninjau lokasi bencana banjir di Desa Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar. Dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, terlihat banjir masih merendam wilayah tersebut dengan ketinggian air sebetis orang dewasa.

Menurut Hanif, banjir disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya debit air Sungai Martapura yang meluap. Namun yang tak kalah penting, Hanif menyoroti kemungkinan adanya andil sejumlah perusahaan dalam pemanfaatan lingkungan sekitar. Hal ini tengah didalami oleh KLH.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KLH sudah melakukan pendataan terhadap beberapa perusahaan yang diduga melanggar aturan dengan pembukaan lahan yang cukup besar, dan masih didalami oleh tim penegakan hukum," jelas Hanif dalam keterangannya, dikutip Rabu (31/12/2025).

Selain itu, Hanif mengingatkan soal perubahan iklim yang juga memicu semakin parahnya dampak bencana akibat kerusakan lingkungan. Ia mengingatkan agar semua pihak terkait betul-betul menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.

"Perubahan iklim itu nyata, dan kita wajib menjaga agar lingkungan di sekitar kita tetap terjaga," pungkasnya.

Diketahui beberapa wilayah di Kalsel dilanda banjir. Di Kabupaten Balangan, banjir nyaris mencapai atap rumah warga dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Kemudian di Kabupaten Tanah Laut, banjir memutus satu jembatan penghubung di Desa Martadah Baru. Satu orang tewas dalam kejadian ini. Korban diketahui hendak melintasi jalan penghubung tersebut tanpa tahu jembatan sudah terputus akibat diterjang arus banjir yang deras.

Kemudian di Kabupaten Tabalong, sebanyak 1.466 rumah dan 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Sebagian besar rumah mengalami rusak sedang hingga berat.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads