Kasus yang Ditangani Polda Kalsel di 2025 Tak Sebanyak 2024

Kasus yang Ditangani Polda Kalsel di 2025 Tak Sebanyak 2024

Khairun Nisa - detikKalimantan
Rabu, 31 Des 2025 09:35 WIB
Rilis akhir tahun Polda Kalsel
Rilis akhir tahun Polda Kalsel/Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarbaru -

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rilis akhir tahun. Dalam rilis itu disebutkan Polda Kalsel meraih sejumlah penghargaan selama 2025.

Prestasi itu merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan jajaran serta anggota Polda Kalsel. Berdasarkan paparan data, di 2025 tak ada kasus yang begitu menonjol di Polda Kalsel. Penurunan tindak kejahatan juga terlihat signifikan.

Seperti kejahatan konvensional pada 2025 mencapai 3.769 kasus, sedangkan pada 2024 mencapai 4.040 kasus yang menandakan ada penurunan 6,71 persen. Kemudian kasus kejahatan trans nasional di 2025 tercatat 1.684 kasus, sedangkan di 2024 tercatat 1.783 kasus yang mengalami penurunan 7,57 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disusul kejahatan terhadap kekayaan negara pada 2025 ada 120 kasus yang mengalami penurunan 6 kasus dari 2024 sebanyak 126 kasus. Secara keseluruhan, pada 2025 ada 5.538 kasus, sedangkan pada 2024 mencapai 5.950 atau mengalami penurunan 6,92 kasus.

"Penurunan ini berkat sinergi dari semua pihak, juga peran aktif masyarakat menjaga keamanan di lingkungan masing-masing," ucap Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan.

Yudha mengakui berkat bantuan seluruh pihak, kasus-kasus di Polda Kalsel ditangani dengan baik. Ia juga menyebutkan kasus narkotika di Kalsel menjadi atensi penuh. Penindakan terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam pengedaran narkotika di Kalsel akan ditindak tegas.

"Penindakan secara tegas akan terus kami lakukan. Kami tidak beri ruang pada peredaran narkoba," tegas Yudha.

Termasuk pula untuk anggota polisi yang melakukan pelanggaran selama 2025. Sepanjang tahun ini, hukuman PTDH dilakukan terhadap 25 anggota yang melanggar kode etik Polri.

Diketahui, pada 2025, ada beberapa oknum anggota Polri yang disebut positif menggunakan narkotika. Selain itu, pada kasus baru-baru ini seorang anggota Polri telah melakukan pembunuhan terhadap mahasiswi ULM.

"Pada 2025 tercatat Polda Kalsel melakukan PTDH terhadap 25 anggota. Termasuk dengan anggota yang terlibat kasus baru-baru ini," terang Yudha.

Pada 2025, di jajaran Polda Kalsel, penurunan yang paling signifikan terjadi di Polres Kotabaru sebesar 23,72 persen, Polres Tanah Bumbu 18,43 persen, serta Polres Banjar 18,70 persen.Meski demikian, terdapat beberapa wilayah yang mengalami kenaikan kasus, namun masih dalam batas yang terkendali.

Di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 tercatat 837 kejadian, menurun 87 kasus atau 9 persen dibandingkan tahun 2024. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan dari 378 orang menjadi 257 orang, atau turun 32 persen.

Kemudian pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan. Tilang tercatat 23.009 penindakan, turun 671 kasus atau 3 persen, sedangkan teguran turun cukup signifikan dari 67.027 menjadi 39.479 penindakan, atau turun 41 persen. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga berkurang sebesar Rp 14,65 miliar.

Sedangkan untuk pemberantasan narkotika, Polda Kalsel dan jajaran mengungkap 1.554 kasus dengan 1.842 tersangka. Barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 379,6 kilogram, ganja 631,04 gram, serta ratusan ribu butir narkotika jenis ekstasi dan obat berbahaya lainnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyusun Hidangan Tradisional Mahumbal dan Mamalan di Kalimantan Selatan"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads