Pada Suatu Saat Nanti, Satu Hari di Bumi Jadi 25 Jam

Internasional

Pada Suatu Saat Nanti, Satu Hari di Bumi Jadi 25 Jam

Rachmatunnisa - detikKalimantan
Senin, 29 Des 2025 07:19 WIB
Potret Planet Bumi Diliat dari Antariksa, Bikin Terkesima
Potret Planet Bumi/Foto: NASA
Balikpapan -

Suatu saat nanti, durasi hari di Bumi akan berubah menjadi 25 jam, bukan lagi 24 jam seperti yang selama ini kita kenal. Benarkah hal itu akan terjadi?

Secara teknis, durasi hari di Bumi diperkirakan akan memanjang menjadi 25 jam. Namun, terjadinya peristiwa tersebut masih jauh sekali dari kehidupan manusia saat ini. Jadi jawabannya, iya akan terjadi.

Saat ini, kita mengenal satu hari sama dengan 24 jam. Namun secara astronomi, konsep ini lebih rumit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari yang kita gunakan sehari-hari disebut solar day, yang diukur dari satu kali Matahari terlihat di posisi yang sama di langit. Sementara itu, rotasi Bumi terhadap bintang jauh (sidereal day) sekitar 23 jam 56 menit. Dikutip detikInet dari Ecoticias, hal terpenting untuk diketahui adalah, rotasi Bumi tidak statis. Secara mikroskopis, kecepatannya berubah dari waktu ke waktu.

Sementara itu, penyebab utama perubahan durasi hari adalah pasang surut laut yang ditimbulkan Bulan. Gravitasi Bulan menarik lautan sehingga menciptakan tidal bulges atau tonjolan pasang surut.

Karena tonjolan ini tidak selalu selaras sempurna dengan posisi Bulan, terjadi gesekan yang sedikit memperlambat rotasi Bumi. Energi rotasi yang hilang itu dipindahkan ke Bulan, yang membuat Bulan menjauh sedikit demi sedikit dari Bumi.

Ilmuwan mengukur perubahan itu menggunakan jam atom super-presisi serta catatan astronomi historis, termasuk pengamatan gerhana dari masa lampau. Untuk diketahui, ketidaksesuaian kecil antara waktu jam dan rotasi Bumi dipublikasikan secara resmi oleh lembaga seperti International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS).

Lantas, Kapan Satu Hari Jadi 25 Jam?

Durasi satu hari 25 jam tidak akan terjadi dalam hitungan tahun atau generasi kita. Perkiraan ilmuwan menunjukkan, hal itu baru akan terjadi sekitar 200 juta tahun ke depan. Itu pun jika tidak ada perubahan laju pelambatan rotasi dan berlanjut terus seperti sekarang.

Sebagai gambaran, jutaan tahun yang lalu, hari di Bumi berlangsung hanya sekitar 18-19 jam. Saat itu posisi Bulan masih jauh lebih dekat ke Bumi. Seiring waktu, efek pasang surut secara bertahap memperpanjang durasi hari.

Meski secara teknis hari akan 'memanjang' di masa jauh ke depan, perubahan ini akan terjadi sangat perlahan, sekitar 1,7 hingga 2 milidetik per abad. Itu berarti dalam satu abad pun, perubahan tidak akan terasa oleh kehidupan manusia normal.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads