Ada yang berbeda dan menarik perayaan Natal 2025 di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ratusan knalpot brong disulap menjadi pohon natal setinggi tiga meter. Tak hanya menjadi hiasan saat natal, kreativitas ini juga dijadikan sebagai media untuk mengingatkan larangan bagi pengendara.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ketapang AKP Yunita Puspita Sari mengatakan, pohon natal tersebut dibuat dari 140 knalpot brong hasil penindakan Satlantas Polres Ketapang.
"Pohon Natal ini menggunakan knalpot brong hasil penindakan selama 2025. Tingginya sekitar tiga meter, kami sengaja menambahkan tulisan larangan sebagai pengingat bagi masyarakat," jelas Yunita, Jumat (25/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kreasi yang dipajang di Pos Polisi Tugu Ale-Ale Ketapang ini langsung menarik perhatian warga yang melintas. Selain menjadi hiasan, kata Yunita, pohon Natal ini memuat pesan "Knalpot Brong Dilarang". Ide ini pun dihadirkan untuk memeriahkan perayaan Natal 2025 di Ketapang sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pengguna kendaraan bermotor agar tidak menggunakan knalpot tidak standar.
"Ini pertama kali dilakukan di Ketapang. Selain untuk memeriahkan Natal, kami ingin mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menggunakan knalpot brong yang meresahkan," tegasnya.
Yunita menambahkan, penindakan terhadap penggunaan knalpot brong akan terus dilakukan. Satlantas Polres Ketapang juga menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta melibatkan peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya. Ke depan, knalpot brong hasil penindakan tidak hanya disimpan, tetapi juga akan dimanfaatkan menjadi karya kreativitas lainnya.
"Rencananya pada Hari Raya Idul Fitri 2026, kami kembali membuat kreasi dari knalpot brong. Bentuknya masih dalam tahap perancangan," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, ia turut mengimbau masyarakat Ketapang agar mengutamakan keselamatan berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak melakukan aksi balap liar maupun kebut-kebutan di jalan raya.
"Keselamatan harus menjadi prioritas. Lengkapi perlengkapan berkendara dan patuhi aturan lalu lintas, karena ada keluarga yang menunggu kita pulang di rumah," imbaunya.
(des/des)
