Empati ke Daerah Bencana, Walkot Larang Pesta Kembang Api di Pontianak

Empati ke Daerah Bencana, Walkot Larang Pesta Kembang Api di Pontianak

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 25 Des 2025 12:30 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. (Prokopim Pontianak)
Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. (Prokopim Pontianak)
Pontianak -

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melarang kegiatan pesta kembang api dan keramaian berlebihan di saat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan ini sebagai bentuk empati kepada warga daerah Sumatera Barat dan sekitarnya, termasuk sejumlah daerah yang tengah dilanda bencana di akhir tahun.

"Pemerintah Kota Pontianak tidak mengizinkan kegiatan perayaan yang disertai pesta kembang api dan keramaian berlebihan," kata Edi, Kamis (25/12/2025).

Ia mengajak masyarakat untuk memaknai perayaan Nataru secara khidmat, sederhana, serta menjunjung nilai kepedulian sosial. Menurutnya, perayaan Nataru tanpa pesta kembang api sebagai bentuk empati kepada warga di sejumlah daerah yang tengah dilanda bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perayaan Natal dan Tahun Baru sebaiknya dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan bermakna. Kita imbau masyarakat untuk merayakannya di rumah ibadah atau di rumah masing-masing dengan doa bersama," tuturnya.

Edi mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai wujud solidaritas terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus ajakan untuk menjaga suasana batin yang lebih tenang dan penuh kepedulian.

"Selain aspek kemanusiaan, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan pemerintah daerah," ujar dia.

Edi menyebutkan, kondisi cuaca yang belum stabil berpotensi menimbulkan risiko jika dilakukan aktivitas di ruang terbuka dalam skala besar.

"Informasi dari BMKG menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi hingga Januari, termasuk kemungkinan air pasang tertinggi. Ini tentu perlu kita antisipasi bersama," katanya.

Edi berharap masyarakat dapat memahami imbauan tersebut dan bersama-sama menciptakan suasana Natal dan Tahun Baru yang aman, tertib, serta sarat makna kebersamaan.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads