Periode Rawan, Mendagri Minta Kepala Daerah Standby di Wilayah Masing-masing

Nasional

Periode Rawan, Mendagri Minta Kepala Daerah Standby di Wilayah Masing-masing

Dhafin Armia - detikKalimantan
Kamis, 11 Des 2025 19:01 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Kemendagri
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan kepala daerah untuk stand by di wilayahnya masing-masing selama periode rawan akhir tahun. Selain menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemda juga harus siaga menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Mengutip detikNews, Tito menegaskan kehadiran kepala daerah penting untuk memastikan respons cepat jika terjadi situasi darurat. Ia pun mengimbau agar perjalanan ke luar daerah atau luar negeri ditunda selama 15 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026, kecuali apabila ada penugasan Presiden atau keperluan medis.

Tito meminta pemda untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim liburan akhir tahun. Pemda diharapkan berkoordinasi bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baik lalu lintas udara, darat, laut, dijamin, yakinkan betul cek bahwa aman," tegasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Tito mewanti-wanti penyedia jasa transportasi agar tidak memanfaatkan momentum Nataru untuk memasang harga tiket melebihi ketentuan yang berlaku. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme pengendalian harga melalui koordinasi lintas sektor.

Selain transportasi, ia juga meminta pemda menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat karena kebutuhan diprediksi meningkat. Pemda diminta aktif berkoordinasi dengan Bulog, Bapanas, serta pelaku usaha daerah.

"Jangan pakai harga acuan pemerintah tertinggi, itu namanya mau ngambil keuntungan tapi memberikan rakyat, dan itu akan mengakibatkan terjadinya kenaikan harga pada komoditas lainnya," jelas Tito.

Kemudian terkait cuaca, Tito mengingatkan pemda untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometerologi seperti banjir dan longsor. Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi diprediksi akan terjadi di berbagai daerah. Pemda diharapkan siap dalam segi sumber daya dan personel, serta memastikan sistem peringatan diri berjalan optimal.

Artikel ini telah tayang di detikNews.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads