Jamin MBG Aman, SPPG Polda Kalteng Uji Kompetensi Koki

Jamin MBG Aman, SPPG Polda Kalteng Uji Kompetensi Koki

Ayuningtias Puji Lestari - detikKalimantan
Sabtu, 01 Nov 2025 22:29 WIB
Untuk menjamin keamanan MBG, SPPG Polda Jateng menggelar uji kompetensi kepada 18 juru masak.
Untuk menjamin keamanan MBG, SPPG Polda Jateng menggelar uji kompetensi kepada 18 juru masak. Foto: dok Polda Kalteng
Palangka Raya -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Polres jajaran melakukan uji kompetensi kepada 18 juru masak. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas menu MBG.

Acara tersebut digelar bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Gunadharma Utama, berupa praktik memasak dan ujian sertifikasi kompetensi.

Ketua Bhayangkari Polda Kalteng, Maya Iwan Kurniawan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dalam mewujudkan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berharap dengan adanya sertifikasi dan pelatihan ini, para koki nantinya dapat menyajikan MBG sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) yang berkualitas, aman dan higienis," ujarnya di Mapolda Kalteng, pada Sabtu (1/11/2025).

Maya juga menyebut bahwa program MBG ini merupakan salah satu upaya Bhayangkari dan Polri dalam Asta Cita Presiden dalam mengatasi masalah gizi buruk, stunting dan meningkatkan tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.

"Semoga dengan adanya juru masak yang kompeten dan bersertifikasi, diharapkan pelaksanaan program ini berjalan lebih efektif dan terukur. Sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat," harap Maya.

Sementara itu, Asesor Sertifikasi LSP Pariwisata Gunadharma Utama, Joko Lelono menjelaskan bahwa para peserta yang menjalani uji sertifikasi akan mendapat sebanyak 17 pertanyaan. Pertanyaan itu terkait dengan pengetahuan dasar dalam memasak makanan yang bergizi dan melakukan praktik memasak.

"Mereka mengikuti dua sesi secara bergatian, antara lain kami melakukan wawancara dan penilaian terhadap hasil masakan peserta, guna memastikan hidangan itu memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna yang mengacu pada rekomendasi BGN," ujarnya.

Sistem ujian terbagi dalam dua kelompok yakni kelompok A dan B. Prosesnya dilakukan secara bergantian, memasak dan menjawab pertanyaan wawancara.

"Jadi ada tim A dan tim B. Untuk tim A kami persilakan praktik demo dulu. Kemudian tim B, kami persilakan untuk praktik asesmen dulu. Nah, nanti saling bergantian," terang Joko.

Joko mengatakan, saat proses memasak para peserta juga akan melalui tahap pertanyaan observasi. Para penguji akan menghampiri peserta sambil menanyakan tentang apa saja yang mereka masak beserta alasannya.

"Nah pada saat sesi memasak, kami juga akan melakukan pertanyaan observasi juga. Kami datang satu-satu dan kami akan menanyakan tentang apa yang mereka masak dan standardisasinya seperti apa, untuk standar porsinya juga bagaimana," ujarnya.

Adapun terkait menu, Joko memastikan agar para peserta mampu menyuguhkan menu yang termasuk dalam 4 sehat 5 sempurna.

"Nah untuk menunya harus ada nasi, lauk-pauk, dan bisa juga baik itu buah ataupun yoghurt, kemudian ada susu juga," terang Joko.

Joko berharap melalui kegiatan tersebut para juru masak tidak hanya mampu menyajikan menu yang lezat. Tetapi juga bernilai gizi yang tinggi.

"Harapannya juga melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para juru masak SPPG mampu menyajikan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai gizi tinggi," pungkas Joko.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads