Presiden ke-2 RI Soeharto diusulkan menjadi pahlawan. PDIP meminta pemerintah tidak dengan mudah memberikan gelar hingga menyinggung catatan mengenai HAM.
Dikutip dari detikJatim, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai pemerintah seharusnya meninjau secara mendalam terkait rekam jejak dan nilai kemanusiaan sosok yang diusulkan.
"Tentu saja ini (usulan gelar pahlawan) menjadi catatan PDIP, seperti yang tadi yang disampaikan Ibu Megawati (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri) jangan mudah memberikan gelar pahlawan," kata Hasto kepada wartawan, Sabtu (1/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto pun menyinggung catatan HAM yang diberikan Mahfud MD kala menjabat Menko Polhukam.
"Prof Mahfud ketika dulu menjadi Menko Polhukam juga memberikan catatan tentang HAM, tentu saja ini menjadi catatan kami (dalam menanggapi gelar pahlawan)," terangnya.
Hasto menyebut, Megawati menyampaikan bahwa pahlawan merupakan simbol suatu negara. Sehingga, bagaimana sosok tersebut memiliki terobosan dan berperan penting bagi kemerdekaan Indonesia. Termasuk, perjuangan kemanusiaan, bukan justru melakukan pengkhianatan terhadap masyarakat yang harusnya dilindungi oleh negara.
"Oleh karena itu, pahlawan harus jadi sosok ideal, yang menjadi tauladan bagi seluruh anak bangsa. Pesan Bu Mega jelas gelar pahlawan harus melihat kepeloporannya dari suara rakyat dan masa depan sosok pahlawan itu betul-betul menjadi contoh perjuangan anak bangsa kini dan di masa yang akan datang," tandasnya.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
