Koordinator Wilayah MBG Khusus Kabupaten Banjar, Sinta Aulia menyampaikan permintaan maaf usai ratusan siswa di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan keracunan. Sinta pun berjanji akan memperketat pengawasan nantinya.
"Saya mewakili pelaksana program MBG Kabupaten Banjar menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi kemarin," ujar Sinta, Kamis (16/10/2025).
Sinta pun berjanji untuk mengevaluasi seluruh rangkaian pelaksanaan MBG. Pengawasan juga akan lebih diperketat agar penyediaan makanan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan meningkatkan pengawasan agar kejadian ini tidak terulang. Kami akan memastikan pelaksanaan program benar-benar sesuai standar yang ditetapkan pemerintah," kata Sinta.
Ia berharap pasca kejadian keracunan itu, tidak membuat masyarakat menilai program MBG ini buruk. Ia ingin program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan karena dinilai penting bagi pemenuhan gizi peserta didik.
"Harapan kami, program ini ke depan bisa semakin baik, kualitasnya meningkat, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak dan masyarakat," tutur Sinta.
Seperti yang diketahui, mulanya ada laporan 10 siswa yang berasal dari Yayasan Assalam mengalami keracunan, Kamis (9/10) sore. Namun, jumlah korban kian bertambah hingga malam hari mencapai 85 korban.
Terbaru, pada pagi hari data dari RSUD Ratu Zalecha jumlah korban sudah mencapai 130 siswa. Sebagian di antaranya sudah dipulangkan.
Melihat hal ini, Pemkab Banjar pun sudah menambah jumlah tempat tidur dan tenaga medis untuk membantu menangani para korban yang diduga keracunan MBG tersebut.
Adapun menu yang disantap para korban ialah Nasi Kuning, Ayam Suir, Osengan Sayur, Tempe Orek dan Sepotong Melon.
(aau/aau)
