Mahasiswa di Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menyiapkan unjuk rasa untuk Senin (1/9). Aksi yang akan dipusatkan di DPRD Kaltim itu disebut sebagai respons atas berbagai permasalahan dan regulasi yang dinilai tidak pro rakyat.
Humas Aksi Masyarakat Kaltim Menggugat (Mahakam), Syafrudin, menyebut pihaknya telah melakukan rapat koordinasi antarlembaga kemahasiswaan. Persiapan aksi sudah berjalan lebih dari separuh.
"Kalau persiapan diukur dari 1 sampai 100 persen, sekitar 60% sudah rampung. Tinggal bagaimana kita memobilisasi massa, dan masih menunggu keputusan dari korlap tiap lembaga," ujar Syafrudin kepada detikKalimantan, Sabtu (30/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syafrudin memperkirakan sedikitnya akan ada 5 ribu orang yang turun ke jalan. Menurutnya, angka itu dapat bertambah karena saat demo berlangsung, banyak masyarakat umum yang akan ikut bergabung.
"Kalau untuk perkiraan, minimal 5.000 orang. Karena ini gabungan semua lembaga kemahasiswaan, ditambah ada juga lembaga-lembaga masyarakat," jelasnya.
Syafrudin menyebut peserta aksi tidak hanya dari Samarinda, tetapi juga dari daerah lain di Kaltim. "Kalau Kukar ada yang tetap di DPRD Kabupaten, ada juga yang merapat ke provinsi. Selain itu semua gabung di Samarinda," tambahnya.
Baca juga: Polda Kalteng Kembali Digeruduk Massa! |
Massa aksi akan long march dari Islamic Center Samarinda menuju kantor DPRD Kaltim. "Untuk estimasi waktunya kita sampai menanglah bahasanya," ucap Syafrudin.
Soal mengantisipasi kericuhan, pihaknya menegaskan sudah menyiapkan jalur evaluasi dan tim medis. "Sejak awal kami juga mengingatkan setiap korlap agar seminimal mungkin benturan supaya tidak terjadi chaos," tegasnya.
Fokus tuntutan mahasiswa kali ini, kata Syafrudin, agar DPRD Kaltim berani merekomendasikan seluruh aspirasi mereka ke pemerintah pusat, termasuk terkait kebijakan daerah yang dinilai bermasalah.
"Contohnya soal PBB, hari ini pemerintah provinsi maupun daerah tidak mampu mengontrol dengan baik. Itu harus dibenahi," pungkasnya.
(sun/des)