Polda Kalteng Kembali Digeruduk Massa!

Polda Kalteng Kembali Digeruduk Massa!

Ayuningtias Puji Lestari - detikKalimantan
Sabtu, 30 Agu 2025 19:02 WIB
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji menegaskan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Namun harus dilakukan dengan tertib dan tidak merugikan orang lain.
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji/Foto: Ayuningtias Puji Lestari/detikKalimantan
Palangka Raya -

Massa kembali menggeruduk Mapolda Kalteng pada Sabtu (30/8/2025). Polisi mengingatkan massa agar mengedepankan kondusifitas serta cara-cara damai saat melakukan unjuk rasa.

Massa yang tergabung dalam Cipayung Plus Palangka Raya mendatangi Polda Kalteng sekitar pukul 13.00 WIB. Massa menuntut keadilan bagi driver ojek online yang meninggal terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8).

Kabid Badko HMI Kalteng, Andri Mulyanto menuntut agar kepolisian mengusut kasus meninggalnya Affan Kurniawan secara transparan. "Usut kasus kematian driver ojol secara institusional dan transparan kepada masyarakat," tegasnya di tengah-tengah aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan melalui Kabid Humas Kombes Erlan Munaji menegaskan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Namun harus dilakukan dengan tertib dan tidak merugikan orang lain.

"Sampaikanlah aspirasi dengan damai, tanpa harus melakukan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujar Kombes Erlan.

Ia juga mengingatkan massa agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecah belah persatuan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama.

"Mari kita jaga Kalimantan Tengah agar tetap kondusif dan semakin maju. Jangan sampai kita diadu domba oleh oknum yang hanya ingin menebar perpecahan," tegas Erlan.

Dengan imbauan itu, Polda Kalteng berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara sehat, tertib, dan menjunjung tinggi persaudaraan. Sehingga keamanan dan kedamaian di Bumi Tambun Bungai tetap terjaga.

"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila ini. Sampaikan aspirasi secara damai demi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif," pungkasnya.

Sebelumnya, massa atas nama Revolusi Kepolisian Total (Rekontal) telah melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Kalteng pada Jumat (29/08). Aksi sempat ricuh, massa secara masif melemparkan botol dan telur. Kemudian, polisi menyemprotkan water cannon untuk menghalau massa. Massa membubarkan diri sekitar pukul 18.30 WIB.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads