Antusiasme warga Tarakan, Kalimantan Utara, meledak menyambut rencana aksi solidaritas bertajuk "Parlemen Jalanan" yang viral melalui akun media sosial. Kepastian aksi masih menunggu konfirmasi dari penyelenggara.
Pantauan detikKalimantan, pada poster digital yang beredar pada Jumat (29/8/2024) sekitar pukul 08.00 Wita, tertulis "Hari ini kita turun ke jalan, panjang umur perjuangan,". Hal tersebut memicu gelombang dukungan. Hingga berita ini tayang, warga Tarakan masih menanti kejelasan terkait 'Parlemen Jalanan'.
Di sisi lain, kabar aksi ini juga memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa dan pihak sekolah. Isu demo yang beredar membuat sebagian orang tua panik dan bergegas menjemput anak-anak mereka dari sekolah. Mariani, salah satu yang terlibat dalam persiapan aksi, mengungkapkan bahwa rencana masih dimatangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masih menunggu jawaban dari ketua Asosiasi Driver Ojol Tarakan," katanya kepada detikKalimantan, Jumat (29/8/2025).
Ia menyebutkan bahwa korlap belum ditentukan, dan rapat darurat akan digelar siang ini untuk konsolidasi lebih lanjut. Terkait jadwal aksi yang disebutkan dalam poster, yakni hari ini, Mariani belum bisa memastikan.
"Akan saya infokan setelah rapat selesai," ujarnya, seraya menambahkan bahwa tuntutan spesifik dan lokasi aksi juga belum final.
Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Kalimantan Utara, Adrianinur alias Adit, menyatakan pihaknya masih berkoordinasi. Ia menegaskan bahwa poster yang beredar bukan berasal dari pihaknya.
"Kami sedang berkoordinasi pagi ini. (Poster) itu bukan dari kami," tegasnya.
Menyikapi adanya demo yang dijadwalkan pada hari ini, Kasat Intelkam Polres Tarakan Ipda Rusdin menegaskan bahwa hingga kini belum ada surat pemberitahuan resmi terkait aksi tersebut.
"Kami sudah memantau media sosial dan media online, tetapi belum ada surat pemberitahuan dari organisasi kepemudaan (OKP) atau pihak lain," ujarnya.
Rusdin menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tarakan dan perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara.
"Tidak ada himbauan dari sekolah untuk pulang cepat. Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa," tegasnya.
(des/des)