Laskar Mataram telah mengarungi 5 laga tanpa kemenangan dengan 4 kekalahan beruntun di Super League 2026/2027. Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel nampaknya sudah pasrah usai menghadapi kekalahan bertubi-tubi.
"Kami ingin menang dalam setiap pertandingan. Namun, saat ini semuanya terasa sulit. Saya tidak bisa memprediksi apakah kami akan mendapatkan 3 poin, 1 poin, atau tidak mendapatkan poin sama sekali," tegas Van Gastel saat jumpa pers usai laga di Stadion Sultan Agung, Bantul Jumat (15/10/2026).
Diketahui, PSIM kembali menelan kekalahan dalam laga melawan PSM. PSIM kalah 1-2 dalam laga pekan kelima yang digelar tanpa penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Van Gastel mengaku telah berusaha keras agar anak asuhnya bisa memberikan hasil positif sejak awal laga. Dia bahkan menyebut dirinya telah bekerja bagi PSIM 26 jam sehari.
"Seperti yang saya katakan kemarin, saya mungkin adalah orang yang memberikan tekanan paling besar kepada diri saya sendiri dibandingkan siapa pun di klub ini. Saya benar-benar bekerja keras selama 24 jam sehari, bahkan 26 jam, karena Anda selalu memikirkan banyak hal," ujar Van Gastel
"Pekerjaan saya cukup menantang dan sangat sibuk. Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa," lanjutnya.
Paham Suporter Marah
Van Gastel memahami kekecewaan suporter terhadap performa PSIM. Apalagi, timnya belum mampu meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir dan baru mengumpulkan satu poin.
Menurut Van Gastel, kekecewaan suporter merupakan hal yang wajar. Dia menyadari tim memiliki kekhawatiran yang sama dengan para pendukung PSIM.
"Saya pikir itu hal yang normal. Jika setelah lima pertandingan Anda hanya memiliki satu poin, wajar jika suporter mulai marah dan kecewa," katanya.
Sebut Belum Beruntung
Van Gastel merasa telah melakukan apa yang ia mampu. Menurutnya, tim juga telah berjuang, namun belum beruntung.
"Jika ternyata itu belum cukup baik, setidaknya saya bisa merasa tenang karena saya telah melakukan segala sesuatu yang berada dalam kemampuan saya untuk memberikan yang terbaik bagi klub, tim, dan diri saya sendiri," tegasnya.
Dia menilai timnya tampil lebih baik pada babak pertama, tetapi gagal memaksimalkan sejumlah peluang.
"Pada babak pertama, kami adalah tim yang lebih baik. Kami hanya sedikit kurang beruntung. Pada akhirnya, kami mencetak gol menjadi 1-2 melalui penalti dan lawan mendapatkan kartu merah. Setelah itu, kami memperoleh beberapa peluang besar, tetapi gagal memanfaatkannya," tuturnya.
