Huistra Tak Ingin Buang Energi Tanggapi Fans PSS yang Ingin Dirinya Out

Huistra Tak Ingin Buang Energi Tanggapi Fans PSS yang Ingin Dirinya Out

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 04 Okt 2026 06:30 WIB
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra saat sesi latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Senin (14/4/2025).
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. Foto: dok. PSS Sleman
Jogja -

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan dirinya tidak ingin menanggapi tuntutan suporter yang memintanya hengkang. Ia menyatakan hanya fokus untuk mengembangkan timnya.

Diketahui, tuntutan itu tidak hanya bergaung di media sosial. Suporter Super Elang Jawa (Elja), julukan PSS, bahkan memasang spanduk 'Pieter Out' di beberapa titik di jalanan Sleman.

"Ya, itu hak suporter. Menurut saya ini masih terlalu dini, tapi ya sudah. Saya tidak bisa mengontrol hal itu, jadi saya tidak ingin membuang-buang energi untuk memikirkannya," ujar Huistra saat ditemui usai sesi latihan terbuka di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegeraman fans memang beralasan. Pada tiga laga awal musim ini, PSS tidak pernah menang.

ADVERTISEMENT

Cleberson dan kolega takluk dari Bali United 1-2, kemudian dipermalukan Madura United 1-3 di kandang sendiri, dan terakhir mereka kalah di kandang Dewa United 1-2.

Karena itu, Huistra menjelaskan selama jeda kompetisi, tim kepelatihan memberikan menu latihan fisik bagi para pemain. Ia berujar latihan tersebut memberi efek positif bagi timnya.

"Dalam dua minggu pertama jeda internasional, kami bekerja keras secara fisik. Saya rasa sangat penting untuk berada dalam kondisi fisik yang prima untuk pertandingan-pertandingan mendatang," ungkapnya.

"Jadi kami melakukan banyak latihan. Anda juga bisa merasakan hari ini para pemain pada akhirnya merasa kelelahan, tapi itu bagus, itulah yang kami butuhkan. Jadi mulai minggu depan kami akan mulai menganalisis lawan dan bersiap untuk pertandingan berikutnya," terangnya.

Adapun menurutnya, seluruh aspek perlu ditingkatkan dari timnya. Tentu saja untuk membidik kemenangan perdana PSS di laga kontra PSM Makassar pada pekan depan.

"Saat ini kami masih harus melakukan peningkatan di setiap lini, di setiap momen dalam pertandingan. Secara umum, kami harus mengejar ketertinggalan dan menjadi lebih baik," pungkasnya.

Suporter Ultimatum Harus Menang Saat Lawan PSM

Sebelumnya, suporter mengultimatum PSS Sleman pada laga melawan PSM Makassar di laga pekan keempat Super League 2026/2027 usai jeda kompetisi. Mereka menuntut pelatih Pieter Huistra keluar jika kembali kalah.

"Kami hanya ingin bertanya dengan manajemen, ini sebenarnya ada apa. PSS kalah tiga pertandingan, nol poin. Kami ultimatum manajemen, jika pertandingan lawan PSM gagal (kalah), maka kami ingin Pieter Huistra out," kata pentolan Brigata Curva Sud (BCS), Anton Nugroho, saat dihubungi wartawan, Rabu (23/9).

Anton menambahkan, BCS sempat mengunggah bentuk kekecewaan dalam media sosial mereka yang menampilkan visual lima lambang hati. Tiga hati yang tampak hancur melambangkan tiga kekalahan beruntun yang ditelan PSS.

"Dalam postingan kami ada lima hati. Tiga hati sudah hancur, itu tandanya tiga laga kita sudah mengalami kekalahan. Masih sisa dua hati lagi. Jadi kami inginnya dan berharapnya PSS bisa menang dalam dua laga ke depan. Lawan PSM kami ingin kemenangan," terangnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads