Tuntutan Pieter Huistra untuk hengkang dari PSS Sleman mulai menggema tak hanya di media sosial, namun melalui spanduk-spanduk di beberapa titik ruas jalan di Sleman. Saat dimintai konfirmasi, Huistra menanggapinya dengan enteng dan menyatakan tidak ingin membuang energi meresponsnya.
"Ya, itu hak suporter. Menurut saya ini masih terlalu dini, tapi ya sudah. Saya tidak bisa mengontrol hal itu, jadi saya tidak ingin membuang-buang energi untuk memikirkannya," ujar Huistra saat ditemui usai sesi latihan terbuka di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/10/2026).
Meneer Belanda tersebut menegaskan, dirinya hanya ingin fokus untuk tim agar lebih berkembang usai jeda kompetisi ini. Apalagi, PSS tak meliburkan skuadnya di jeda kompetisi pada tiga pekan ini.
"Dalam dua minggu pertama jeda internasional, kami bekerja keras secara fisik. Saya rasa sangat penting untuk berada dalam kondisi fisik yang prima untuk pertandingan-pertandingan mendatang," ungkapnya.
"Jadi kami melakukan banyak latihan. Anda juga bisa merasakan hari ini para pemain pada akhirnya merasa kelelahan, tapi itu bagus, itulah yang kami butuhkan. Jadi mulai minggu depan kami akan mulai menganalisis lawan dan bersiap untuk pertandingan berikutnya," terangnya.
Adapun menurutnya, seluruh aspek perlu ditingkatkan dari timnya. Tentu saja untuk membidik kemenangan perdana PSS di laga kontra PSM Makassar pada pekan depan.
"Saat ini kami masih harus melakukan peningkatan di setiap lini, di setiap momen dalam pertandingan. Secara umum, kami harus mengejar ketertinggalan dan menjadi lebih baik," pungkasnya.
Diketahui, PSS mencatatkan hasil minor dalam tiga laga awal Super League 2026/2027. Cleberson dan kolega takluk dari Bali United 1-2, kemudian dipermalukan Madura United 1-3 di kandang sendiri, dan terakhir mereka kalah di kandang Dewa United 1-2.
Simak Video "Menggelar Fashion Show Bersama Warga di Grojogan Kapuhan, Sleman"
(apu/apu)