PSIM Jogja akan menjamu Persebaya Surabaya pada partai pembuka putaran kedua Super League 2025/2026 akhir pekan ini. Laga ini digelar tanpa suporter tim tamu.
Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin alias Thole, mewakili keluarga besar suporter PSIM menyampaikan permohonan maaf kepada suporter Persebaya, Bonek, lantaran tak dapat memfasilitasi kehadiran suporter tim tamu pada laga PSIM vs Persebaya di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Minggu (25/1) mendatang.
Thole mengatakan hubungan antara Brajamusti dan Bonek selama ini terjalin baik. Bahkan, pada laga perdana kompetisi, suporter PSIM juga difasilitasi saat bertandang ke Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini hubungan Brajamusti dengan Bonek terjalin baik. Pada laga perdana kompetisi, kami juga difasilitasi saat PSIM bertandang ke Surabaya. Sesungguhnya besar harapan kami bisa melakukan hal yang sama," kata Thole kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Kehadiran suporter tim tamu belum dapat terwujud lantaran panitia pelaksana dan pihak kepolisian tetap berpegang pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/26, yang melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion.
"Kami sangat terbuka terhadap kehadiran Bonekmania, tetapi dengan adanya regulasi larangan suporter tamu, dengan berat hati kami belum bisa bersilaturahmi di stadion," lanjutnya.
Thole menambahkan, pihaknya telah berupaya maksimal dengan melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait. Koordinasi dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pertemuan pada Rabu (21/1), koordinasi di Polda DIY pada Kamis (22/1), serta rencana koordinasi lanjutan di Polresta Jogja pada Jumat (23/1).
"Usaha kami semaksimal mungkin demi silaturahmi dengan saudara-saudara dari Surabaya. Namun pada akhirnya kami harus menghargai keputusan panpel dan kepolisian, dan berharap silaturahmi ini tetap terjaga selamanya," ujar dia.
Sementara itu perwakilan Bonek Jogja, Cak Anom, menyatakan pihaknya memahami dan menghormati kebijakan yang telah ditetapkan. Menurutnya, larangan kehadiran suporter tim tamu merupakan keputusan resmi panitia pelaksana dan aparat keamanan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
"Sebetulnya ada keinginan besar dari suporter PSIM untuk menyambut Bonek dengan penuh kehangatan sebagai bentuk persaudaraan. Namun regulasi PT LIB masih melarang kehadiran suporter tim tamu. Karena itu kami mengimbau kepada seluruh Suporter Persebaya agar tidak memaksakan diri datang ke stadion," ujar Cak Anom.
Senada disampaikan perwakilan Bonek lainnya, Sinyo Devara. Ia berharap seluruh suporter Persebaya dari berbagai wilayah dapat menahan diri dan mengedepankan persaudaraan.
"Kami tahu betul bagaimana usaha Brajamusti untuk ganti menyambut kami di kandang PSIM. Namun memang regulasi menghalangi pertemuan silaturahmi ini. Melihat situasi saat ini, harapan tertinggi dari dulur-dulur Persebaya, bisa ambil hikmah," katanya.
"Kami berharap ada penurunan ego teman-teman Persebaya agar ke depan silaturahmi persaudaraan Jogja Surabaya bisa berjalan sebaik saat ini. Kami imbau Bonek dan segenap suporter Persebaya untuk menahan diri, mendoakan pertandingan berjalan lancar tanpa insiden," pungkasnya.
(dil/apu)

Komentar Terbanyak
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Ortu Caci Maki Tersangka Kekerasan Daycare Little Aresha Saat Rekonstruksi