Ada momen haru dalam wisuda di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) belum lama ini. Salah satu wisudawan dari program studi S1 Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik UNY, Taranda Finuri A'raf Habib al Furqon harus diwakili oleh kakak sepupunya.
Dilansir detikEdu, Kamis (27/8), Taranda tak sempat mengambil ijazah kelulusannya di UNY. Ia telah meninggal dunia sebelum sempat mengikuti wisuda lantaran infeksi paru-paru. Momen wisuda itu kemudian diwakili oleh kakak sepupu Taranda, yakni Pramanda Arif Setiawan.
"Saya dulu yang mengantar dia masuk UNY. Waktu mengurus berkas dan ke rektorat juga saya," kata Pramanda dikutip detikEdu dari laman resmi UNY, Kamis (27/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika kini ia harus kembali datang ke kampus untuk mengambil ijazah, perasaan Pramanda campur aduk antara haru dan kehilangan. Ia juga mengingat perjuangan kedua orang tua Taranda dalam mendampingi putra sulung mereka menyelesaikan kuliah.
Menurut Pramanda, Taranda adalah sosok yang pendiam dan jarang mengeluhkan kondisi dirinya. Meski Kondisi tubuhnya sudah tidak enak menjelang bimbingan terakhir, Taranda tetap berusaha menjalani aktivitasnya
Skripsi Taranda telah selesai dan ia tinggal menunggu proses berikutnya. Tapi, takdir berkata lain. Semula, Taranda diduga hanya flu dan batuk biasa. Setelah diperiksa lebih lanjut, Taranda ternyata mengalami infeksi paru-paru.
"Orang tuanya shock, karena dia pendiam. Kalau sakit jarang omong, tidak mengungkapkan kepada keluarga," ujar Pramanda.
Taranda berkuliah di bidang yang ia sukai, yakni Tata Boga. Ia juga menempuh jurusan serupa saat di SMK. Kecintaannya terhadap dunia memasak juga terlihat di rumah. Taranda kerap bereksperimen memanfaatkan peralatan keluarga untuk mengerjakan praktik kuliah.
Ijazah kini jadi pengingat atas perjalanan dan perjuangan yang telah dilalui Taranda dan keluarganya. Pramanda menjelaskan, orang tua Taranda merupakan pelaku usaha yang harus menutup warung dan bergantian menjaga ketika Taranda dirawat di rumah sakit.
"Saya melihat perjuangan orang tuanya. Karena itu, saya mengambil ijazah, karena orang tuanya tidak kuat," ucap Pramanda.
"Harapannya dengan adanya ijazah ini, masih bermanfaat untuk adiknya, lebih dewasa lagi, untuk belajar, untuk sekolahnya," imbuh dia.
