Unik, Tim Mahasiswa UGM Bikin Camilan Penangkal Rasa Cemas

Unik, Tim Mahasiswa UGM Bikin Camilan Penangkal Rasa Cemas

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 03 Jul 2026 13:38 WIB
Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, perguruan tinggi negeri di Jogja
Gedung Pusat UGM. Foto: Lusia Komala Widiastuti/Wikimedia Commons/CC0
Jogja -

Tim mahasiswa UGM mengembangkan inovasi yang berfokus pada upaya preventif dalam menghadapi krisis kesehatan mental generasi muda. Salah satunya adalah CalmBar, snack bar fungsional yang mengkombinasikan konsep nutritional neuroscience dengan sensory grounding.

Dilansir situs resmi UGM, tim ini terdiri dari atas Ikhlasul Amal (Fakultas Biologi), Qorina Nisrina Hafshah (Fakultas Teknologi Pertanian), Zikra Fataha Al Mutansir (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan), Diva Nadiartalika, serta Athar Rosyad Partadireja (Fakultas Psikologi).

Tentang CalmBar

Dijelaskan bahwa CalmBar ini diformulasikan menggunakan bahan-bahan alami seperti kacang hijau, biji labu (pumpkin seed), duckweed (Lemna minor), kacang tanah, peppermint, madu, kismis, dan Virgin Coconut Oil (VCO).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahan-bahan tersebut dipilih karena mengandung protein nabati, magnesium, zat besi, antioksidan, serta senyawa bioaktif seperti GABA, triptofan, dan mentol yang berpotensi mendukung fungsi sistem saraf, menjaga stabilitas suasana hati, dan membantu regulasi emosi.

"Kami mengembangkan sebuah model inovatif yang menggabungkan pendekatan pangan fungsional dan sistem metakognitif digital untuk membantu generasi muda membangun kemampuan regulasi diri secara lebih komprehensif," ujar Ikhlasul Amal selaku ketua tim, Rabu (1/7/2026).

ADVERTISEMENT

SELF-SCAN, Sistem Pahami Emosi-Kecemasan

Amal mengatakan, gangguan kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Di era digital, banyak remaja mengalami tekanan psikologis akibat paparan media sosial, perbandingan sosial, serta kecenderungan merasa dirinya selalu diperhatikan dan dinilai oleh orang lain. Fenomena itu sering memicu munculnya kecemasan sosial yang berkelanjutan.

Guna menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan SELF-SCAN (Self-Scan: A Youth-Driven Ecological Metacognitive System for Addressing the Global Youth Anxiety Crisis in the Digital Era), sebuah sistem berbasis aplikasi yang dirancang untuk membantu individu memahami pola pikir, emosi, serta pemicu kecemasan yang mereka alami secara real-time.

Menggunakan pendekatan Ecological Momentary Assessment (EMA), sistem ini mampu memantau dinamika psikologis pengguna dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan intervensi yang sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.

2 Inovasi Saling Melengkapi

Menurut Amal, kedua inovasi tersebut sebenarnya dirancang sebagai satu kesatuan pendekatan yang saling melengkapi. CalmBar berperan dalam mendukung regulasi emosi melalui nutrisi dan pengalaman sensoris yang menenangkan. Sedangkan SELF-SCAN membantu pengguna membangun kesadaran metakognitif agar mampu mengenali, mengevaluasi, dan mengelola pola pikir yang memicu kecemasan.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu seseorang merasa lebih baik secara sesaat, tetapi juga membantu mereka memahami dirinya sendiri. Kesehatan mental bukan hanya tentang mengatasi gejala, tetapi juga membangun kemampuan untuk mengenali dan mengelola proses berpikir serta respons emosional secara mandiri," jelasnya.

Integrasi kedua inovasi tersebut terlihat dari pendekatan yang digunakan. Pada CalmBar, pengguna tidak hanya mengkonsumsi makanan fungsional, tetapi juga mendapatkan panduan breathing exercise dan teknik grounding 5-4-3-2-1 yang tercantum pada kemasan produk.

Sementara itu SELF-SCAN memperkuat proses tersebut melalui fitur-fitur seperti Algorithmic Trigger Radar, The Auditor, dan Pattern Intelligence yang membantu pengguna mengidentifikasi pemicu kecemasan, melakukan refleksi diri, serta membangun ketahanan mental jangka panjang.

Tim menjelaskan, tujuan utama dari pengembangan inovasi ini untuk mengubah paradigma penanganan kesehatan mental dari yang bersifat reaktif menjadi preventif. Dengan memanfaatkan aktivitas sehari-hari seperti mengonsumsi makanan dan penggunaan perangkat digital, mereka berharap dukungan kesehatan mental dapat diakses secara lebih mudah, praktis, dan berkelanjutan oleh generasi muda.

Raih Penghargaan di International Youth Summit

Kedua inovasi yang dikembangkan mahasiswa ini, berhasil meraih Silver Medal Theme Sub Health, Silver Medal Sub Theme Food, dan Favorite Poster Theme Sub Food di ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30-31 Mei 2026.

Disebutkan bahwa penghargaan pada ajang internasional itu membuktikan bahwa pendekatan multidisiplin yang menggabungkan ilmu multidisipliner mampu menghasilkan solusi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ke depan, tim berharap inovasi yang mereka kembangkan tidak berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat dilanjutkan melalui penelitian, pengembangan prototipe, hingga implementasi nyata di masyarakat.

Dengan mengintegrasikan pendekatan biologis dan psikologis dalam satu ekosistem inovasi, mereka optimistis bahwa CalmBar dan SELF-SCAN dapat menjadi bagian dari solusi masa depan dalam mendukung kesehatan mental generasi muda yang lebih sehat, resilien, dan berdaya menghadapi tantangan zaman.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads