Pemerintah Kaji Wacana Siswa Belajar di Rumah Mulai April

Pemerintah Kaji Wacana Siswa Belajar di Rumah Mulai April

Nikita Rosa - detikJogja
Senin, 23 Mar 2026 22:39 WIB
Guru melakukan pembelajaran secara daring di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 02 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (10/10/2023). Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memperpanjang pembelajaran jarak jauh untuk siswa jenjang TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTS hingga 14 Oktober mendatang akibat dampak buruk bencana kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/Spt.
Ilustrasi guru mengajar via daring. (Foto: ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)
Jogja -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan wacana siswa belajar di rumah mulai April. Dia menyebut kebijakan efisiensi energi perlu mempertimbangkan pengalaman saat masa pandemi COVID-19.

"Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat," ujar Menko Pratikno dikutip detikEdu dari Antara, Senin (23/3/2026).

Pratikno memastikan kebijakan efisiensi energi ini tidak mengganggu proses pembelajaran maupun layanan publik. Dalam hal pembelajaran model pembelajaran jarak jauh (PJJ) bakal disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Nantinya jika pembelajaran praktikum, pemerintah mengarahkan pembelajaran itu digelar tatap muka. Selain soal wacana belajar di rumah, pemerintah juga mempertimbangkan soal penyesuaian distribusi program makan bergizi gratis (MBG) dan pembiayaan akses internet siswa.

Selain pendidikan, juga disepakati perlu adanya strategi untuk penghematan energi lintas instansi. Misalnya dengan skema kerja fleksibel untuk aparatur sipil negara (ASN), penguatan pemanfaatan platform digital dan pembatasan mobilitas perjalanan dinas.

Kebijakan penghematan ini diusulkan mulai berlaku pada April 2026.

"Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal," kata Pratikno.

Meski begitu, wacana pemerintah untuk belajar di rumah ini belum diputuskan.

Negara Asia Tenggara Kompak Hemat Energi

Tak hanya Indonesia, penghematan energi ini juga diterapkan negara-negara tetangga Indonesia. Menurut AlJazeera, kantor-kantor pemerintahan di Filipina sudah menjalankan empat hari kerja dalam seminggu, sedangkan pejabat di Thailand dan Vietnam juga didorong bekerja dari rumah dan membatasi perjalanan.

Pemerintah Myanmar pun memberlakukan hari-hari berkendara secara bergantian. Selanjutnya Perdana Menteri Thailand Anutin Charnivirakul mengumumkan pembatasan harga sementara untuk solar, dan Vietnam telah mulai menggunakan dana stabilisasi harga bahan bakarnya.

Efisiensi energi ini dilakukan imbas pembatasan minyak di Selat Hormuz. Diketahui selama beberapa pekan terakhir kawasan itu ditutup Iran imbas serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.



(ams/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads