- Jurusan Soshum UGM Sepi Peminat dengan Peluang Kerja Menjanjikan 1. Filsafat (10,77%) 2. Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (6,67%) 3. Sejarah (6,13%) 4. Antropologi Budaya (5,87%) 5. Bahasa dan Sastra Prancis (5,83%) 6. Arkeologi (5,57%) 7. Bahasa dan Sastra Indonesia (5,02%) 8. Sastra Arab (5,02%) 9. Sosiologi (4,43%) 10. Bahasa dan Kebudayaan Jepang (4,03%)
- FAQ tentang Jurusan Soshum UGM Sepi Peminat 1. Apa yang dimaksud dengan jurusan UGM sepi peminat? 2. Bagaimana cara membaca persentase peluang masuk pada jurusan-jurusan tersebut? 3. Apakah jurusan UGM yang sepi peminat tetap memiliki prospek kerja setelah lulus?
Pendaftaran SNBP 2026 yang sudah resmi dibuka membuat beberapa calon mahasiswa kini tengah mempertimbangkan program studi yang akan diambil oleh mereka. Termasuk para calon mahasiswa yang berencana masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mengingat persaingan di UGM cukup ketat dari tahun ke tahun, beberapa calon mahasiswa agaknya mulai mempertimbangkan sejumlah jurusan yang sepi peminat. Dengan begitu, mereka bisa memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke kampus impiannya ini.
Untuk mengetahui jurusan apa di UGM yang sepi peminat, ada data daya tampung dan peminat di SNPMB 2025 yang bisa dijadikan sebagai gambaran. Salah satunya didasarkan pada peluang yang mana semakin besar persentasenya, maka bisa dibilang lebih luas pula kemungkinan bisa diterima di jurusan-jurusan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa jurusan Soshum di UGM yang sepi peminat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 kemarin yang dihimpun dari laman resmi UGM.
Poin Utamanya:
- Sebagian jurusan Soshum UGM tergolong sepi peminat dengan peluang masuk di bawah 11%, berdasarkan perbandingan peminat dan daya tampung SNBT 2025.
- Rasio ketat antara jumlah pendaftar dan kursi tersedia menunjukkan persaingan tetap tinggi, meski disebut sepi peminat, karena rata-rata hanya 1 dari 10-20 pendaftar yang diterima di jurusan-jurusan tersebut.
- Jurusan seperti Filsafat, Sejarah, Antropologi Budaya, hingga bahasa asing tetap menawarkan prospek karier luas,mulai dari pendidikan, penelitian, media, instansi pemerintah, hingga sektor internasional.
Jurusan Soshum UGM Sepi Peminat dengan Peluang Kerja Menjanjikan
1. Filsafat (10,77%)
Jurusan UGM sepi peminat pertama ada Filsafat. Berdasarkan data peminat dan daya tampung di tahun 2025 kemarin, Filsafat punya persentase peluang masuk 'secara kasar' sebesar 10,77%. Jumlah peminat di jurusan Filsafat UGM tahun 2025 ada di angka 427 calon mahasiswa. Sementara itu, daya tampung yang tersedia adalah 46 'kursi' saja.
Misalnya saja merujuk dari data tersebut menunjukkan apabila ada 10 orang yang mendaftarkan di jurusan Filsafat, maka hanya 1 orang yang diterima. Begitu juga dengan persentase peluang di jurusan lainnya yang mana semakin besar berarti peluangnya juga makin lebar.
Meskipun sepi peminat, jurusan Filsafat UGM punya prospek karier yang cukup bagus. Dikutip dari laman resminya, Sarjana Filsafat berpeluang mendapatkan pekerjaan di berbagai bidang kehidupan. Sebut saja pendidikan, jurnalis, sampai Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan beberapa di antaranya juga dapat berkarier di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perbankan, sampai membuka usaha sendiri.
2. Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (6,67%)
Selanjutnya, ada jurusan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang juga bisa dibilang sepi peminat di UGM. Menurut data sebaran tahun 2025 kemarin, jumlah peminat jurusan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM mencapai 225 orang. Sebaliknya, mahasiswa yang diterima sebanyak 15 orang.
Meskipun begitu, peluang diterima di jurusan ini menunjukkan persentase sekitar 6,67%. Seperti namanya, jurusan ini cocok dipilih buat kamu yang tertarik untuk memperdalam ilmu tentang bahasa dan budaya Jawa. Sebab, selama berkuliah di jurusan ini kamu akan banyak mempelajari tentang bahasa, sastra, dan budaya Nusantara.
Kemudian nantinya akan ada pengetahuan tentang bahasa Jawa Kuno dan juga Sansekerta. Prospek karier jurusan ini bisa berkaitan dengan bidang pendidikan, museum, penerbitan, kantor arsip maupun kebudayaan, balai budaya, sampai media massa.
3. Sejarah (6,13%)
Jurusan Sejarah UGM juga terbilang masuk dalam salah satu jurusan yang sepi peminat. Memiliki daya tampung sebanyak 16 kursi, jurusan Sejarah UGM di tahun 2025 mencatatkan jumlah peminat sebanyak 261 orang saja. Persentase peluang bisa diterima di jurusan ini mencapai angka 6,13%, lho!
Dengan mendaftarkan diri di jurusan Sejarah UGM, kamu bisa mempelajari lebih banyak ilmu-ilmu sejarah. Bahkan jurusan Sejarah UGM tercatat sebagai program studi Sejarah tertua yang ada di Indonesia.
Sarjana Sejarah UGM dipersiapkan sebagai lulusan yang berkompetensi dalam ilmu sejarah. Tidak hanya mempelajari apa yang pernah terjadi di masa lampau, lulusannya juga mampu memiliki keterampilan dalam mengembangkan ilmu sejarah yang kontekstual dengan masalah di masa kini. Inilah yang membuat Sarjana Sejarah UGM tidak hanya dapat bekerja di sektor pendidikan saja, tapi juga pusat penelitian, perusahaan media, maupun lembaga pemerintahan.
4. Antropologi Budaya (5,87%)
Masih soal prodi Soshum, ada Antropologi Budaya yang cukup sepi peminat di UGM. Jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini memiliki jumlah peminat sebanyak 511 orang. Daya tampungnya di tahun 2025 kemarin ada 30 kursi.
Mahasiswa yang masuk di jurusan Antropologi Budaya UGM bakal lebih banyak mempelajari tentang hubungan-hubungan manusia dengan sosial dan budaya yang sangat beragam. Tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga melingkupi sejumlah negara sampai ke tingkat benua.
Selain itu, lulusannya juga akan dipersiapkan agar bisa berpikir secara kritis dan mampu menerapkan sejumlah konsep antropologis yang begitu mutakhir. Tak heran, lulusan jurusan ini diharapkan bisa mengelola persoalan di tengah-tengah masyarakat majemuk. Prospek kerja jurusan Antropologi Budaya cukup luas. Mulai dari peluang bekerja di sektor swasta, badan usaha, instansi pemerintah, sampai berwirausaha sendiri.
5. Bahasa dan Sastra Prancis (5,83%)
Kalau tadi ada jurusan yang lebih banyak mengkaji soal bahasa Jawa, kali ini juga ada jurusan sepi peminat UGM yaitu Bahasa dan Sastra Prancis. Jurusan ini punya peluang masuk sebesar 5,83% di tahun 2025 kemarin. Dari 14 kursi yang tersedia, hanya ada 240 calon mahasiswa yang mendaftarkan dirinya pada SNPMB 2025 lalu.
Jurusan Bahasa dan Sastra Prancis memberikan bekal bagi para mahasiswa agar memiliki kemampuan tentang keprancisan yang baik. Tak hanya di lingkup nasional maupun regional saja, tapi juga sampai internasional. Lulusan jurusan ini diharapkan dapat masuk dalam sumber daya manusia yang unggul. Baik itu di bidang pendidikan, pengabdian, sampai penelitian.
Prospek karier jurusan Bahasa dan Sastra Prancis punya bekal menguasai ilmu bahasa, sastra, dan juga budaya Prancis. Bukan hanya itu saja, mereka juga bisa menjadi anggota Francophone atau penutur bahasa Prancis. Selain bisa bekerja di sejumlah bidang pekerjaan di Indonesia, lulusan Bahasa dan Sastra Prancis diharapkan juga punya peluang bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri.
6. Arkeologi (5,57%)
Buat kamu yang tertarik ingin mempelajari benda-benda peninggalan purbakala atau peradaban manusia di masa lalu, jurusan Arkeologi UGM mungkin patut dipertimbangkan. Terlebih lagi jurusan ini juga termasuk klaster Soshum UGM yang cukup sepi peminatnya.
Tercatat ada sebanyak 377 calon mahasiswa yang mendaftar. Adapun daya tampungnya di tahun 2025 kemarin sebanyak 21 kursi. Mahasiswa jurusan Arkeologi UGM akan dibekali dengan ilmu tentang peninggalan budaya di masa lampau. Baik itu peninggalan purbakala maupun peradaban manusia.
Dengan begitu, lulusannya diharapkan bisa memiliki keterampilan dalam membuat perencanaan hingga pengembangan wisata budaya. Selain bisa berkarier di bidang arkeologi, Sarjana Arkeologi UGM juga berpeluang bekerja di sektor pariwisata, kebudayaan, sampai lembaga publik.
7. Bahasa dan Sastra Indonesia (5,02%)
Ingin mempelajari bahasa Indonesia lebih lanjut? Tampaknya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini patut untuk dipertimbangkan sebagai jurusan yang didaftarkan dalam SNPBM 2026. Terlebih lagi, jurusan ini termasuk salah satu yang cukup sepi peminatnya di tahun 2025 kemarin.
Menurut data yang ada, di tahun 2025 lalu jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UGM memiliki jumlah peminat sebanyak 558 calon mahasiswa. Daya tampung yang tersedia sebanyak 28 kursi. Dengan masuk di jurusan ini, kamu bakal lebih banyak mempelajari soal ilmu bahasa dan juga sastra Indonesia yang punya begitu banyak jenis, bentuk, sampai wujudnya.
Menariknya, cakupan prospek kerja lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia cukup luas. Bisa saja bekerja sebagai penulis, editor, jurnalis, peneliti, pengajar, sampai staf di perusahaan swasta sekali pun.
8. Sastra Arab (5,02%)
Selanjutnya, ada klaster Soshum UGM selanjutnya yang cukup sepi peminat. Sama halnya dengan Bahasa dan Sastra Indonesia, jurusan Sastra Arab juga memiliki peluang masuk sebesar 5,02% di tahun 2025 kemarin.
Jumlah peminat jurusan Sastra Arab UGM tahun 2025 sebanyak 438 calon mahasiswa. Adapun daya tampungnya tersedia 22 kursi. Jurusan ini termasuk dalam Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di mana mahasiswa akan dibekali dengan keilmuan di bidang bahasa, sastra, dan juga budaya Arab.
Tak heran, lulusan Sarjana Sastra Arab punya kemampuan yang cukup di dunia kerja. Terutama dalam bidang linguistik, bahasa negara Timur Tengah, komunikasi, pariwisata, sampai penelitian. Peluang karier lulusan Sastra Arab tidak hanya bisa sebagai akademisi saja, tapi juga berpeluang untuk menjadi konselor, penerjemah, sampai wirausahawan.
9. Sosiologi (4,43%)
Bergeser ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, ada jurusan Sosiologi yang juga cukup sepi peminatnya. Persentase diterima di jurusan ini mencapai 4,43% dengan jumlah peminatnya mencapai 542 calon mahasiswa. Pada SNBT 2025 kemarin, UGM menyediakan daya tampung jurusan Sosiologi sebanyak 24 kursi.
Dengan belajar di jurusan Sosiologi, kamu bisa memahami secara lebih jelas tentang teori sosiologi secara lebih luas lagi. Bahkan mahasiswa jurusan Sosiologi juga akan mempelajari sejarah sosial politik, demokrasi, isu gender, pendidikan, pembangunan nasional, sampai metodologi penelitian.
Lulusan jurusan Sosiologi UGM berpeluang mendapatkan pekerjaan di lembaga pemerintahan, peneliti, penulis di media massa, sampai pengajar. Tidak hanya itu saja, Sarjana Sosiologi juga punya prospek untuk bekerja di lembaga penelitian sosial sampai LSM.
10. Bahasa dan Kebudayaan Jepang (4,03%)
Kalau tadi ada bahasa Jawa, Indonesia, dan Prancis, kali ini juga terdapat jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Jurusan yang satu ini memiliki daya tampung sebanyak 19 kursi di tahun 2025. Adapun peminatnya hanya sebanyak 472 calon mahasiswa saja.
Seperti namanya, jurusan ini akan membekali mahasiswanya dengan berbagai budaya dan sastra Jepang. Bukan hanya itu saja, mahasiswa yang belajar di jurusan ini diharapkan juga turut menguasai bahasa Jepang secara lisan maupun tertulis.
Mengingat bahasa Jepang kini menjadi salah satu bahasa yang dibutuhkan di sejumlah prospek karier, maka diharapkan Sarjana Bahasa dan Kebudayaan Jepang turut mendapatkan peluang untuk bekerja di sektor perusahaan nasional maupun internasional. Baik itu di sektor perbankan, pariwisata, swasta, hingga kantor kedutaan. Bahkan ada juga prospek karier jurusan ini berupa staf pengajar di dunia pendidikan.
Dari Bahasa dan Kebudayaan Jepang hingga Filsafat, itulah 10 jurusan soshum UGM yang sepi peminat tapi prospek kerjanya menjanjikan. Semoga informasi ini membantumu dalam menentukan calon prodi pilihanmu ya.
FAQ tentang Jurusan Soshum UGM Sepi Peminat
1. Apa yang dimaksud dengan jurusan UGM sepi peminat?
Jurusan UGM sepi peminat yang dimaksud adalah program studi Soshum dengan jumlah pendaftar relatif lebih sedikit dibanding jurusan lain pada SNPMB/SNBT 2025, sehingga persentase peluang diterimanya lebih besar jika dibandingkan dengan jurusan favorit.
2. Bagaimana cara membaca persentase peluang masuk pada jurusan-jurusan tersebut?
Persentase peluang masuk diperoleh dari perbandingan jumlah peminat dengan daya tampung yang tersedia. Semakin besar persentasenya, semakin longgar persaingan masuk jurusan tersebut, meskipun jumlah kursinya tetap terbatas.
3. Apakah jurusan UGM yang sepi peminat tetap memiliki prospek kerja setelah lulus?
Berdasarkan pembahasan, jurusan-jurusan ini tetap memiliki prospek karier yang jelas, mulai dari bidang pendidikan, penelitian, media, kebudayaan, hingga instansi pemerintah dan swasta, sesuai dengan karakter keilmuan masing-masing jurusan.
Itulah tadi beberapa jurusan Soshum UGM yang sepi peminat tapi punya prospek kerja menjanjikan yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan dalam SNPMB 2026. Semoga bermanfaat!
(sto/dil)












































Komentar Terbanyak
Viral Pasangan Mesum di Taksi Online, Begini Cerita Sopirnya
Heboh Pengelola Pemancingan di Gunungkidul Dipolisikan Usai Tangkap Maling Ikan
Mendikti Ungkap RI Kini Punya 12 Ribu Profesor: Ujung Tombak Pengembangan Iptek