- Rangkuman Materi IPAS Kelas 4 SD Semester 2 Bab 5: Ini Khas Daerahku! A. Tingkat Keanekaragaman Hayati B. Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati C. Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia D. Keberlimpahan Sumber Daya Alam Bab 6: Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat A. Peran dan Tugasku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat B. Peraturan dan Tanggung Jawabku C. Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal A. Kearifan Lokal di Berbagai Daerah di Indonesia B. Bentuk Keragaman Budaya di Indonesia Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan A. Peran Tumbuhan dalam Menjaga Udara Bersih B. Karbon Dioksida, Pemanasan Global, dan Jejak Karbon C. Cara Mengurangi Jejak Karbon (4R) D. Upaya Menjaga Lingkungan E. Perkembangan Budaya F. Pentingnya Menjaga Budaya
Pembelajaran IPAS Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka membahas tentang lingkungan, budaya, dan peran manusia di dalamnya. Materi ini membantu peserta didik mengenal kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Rangkuman ini dibuat untuk memudahkan pemahaman materi secara ringkas dan jelas. Dengan mempelajarinya, diharapkan peserta didik lebih siap mengikuti pembelajaran.
Berikut adalah rangkuman materi IPAS kelas 4 SD semester 2 Kurikulum Merdeka yang diambil dari buku IPAS Edisi Revisi Kelas IV Tahun 2023 terbitan Kemendikbudristek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rangkuman Materi IPAS Kelas 4 SD Semester 2
Bab 5: Ini Khas Daerahku!
A. Tingkat Keanekaragaman Hayati
- Keanekaragaman gen: variasi antarindividu sejenis dalam satu spesies.
- Keanekaragaman spesies: variasi jenis makhluk hidup yang membentuk spesies berbeda.
- Keanekaragaman ekosistem: variasi jenis kenampakan alam yang terbentuk dari interaksi berbagai makhluk hidup dengan lingkungannya.
B. Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
- Bahan pangan: rempah-rempah sebagai bumbu masakan
- Makanan: berbagai tumbuhan dan hewan sebagai lauk
- Kosmetik: lidah buaya untuk menyuburkan rambut
- Perabotan/perkakas: kayu, rotan, dan bambu diolah menjadi alat rumah tangga dan bahan bangunan
- Obat-obatan: cacing untuk membuat obat tifus.
- Pakaian: kapas, serat nanas, dapat diolah menjadi bahan membuat pakaian.
- Alat musik: bambu dapat dibuat menjadi suling
C. Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia
Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu wilayah barat (Asiatis), wilayah tengah (Peralihan), dan wilayah timur (Australis).
Wilayah Barat (Asiatis)
- Kondisi cuaca: curah hujan tinggi
- Bentang alam dominan: hutan lebat, hutan bakau, rawa gambut
- Contoh fauna: pesut Mahakam, bekantan, owa Jawa, orang utan, elang Jawa
Wilayah Tengah (Peralihan)
- Kondisi cuaca: curah hujan rendah, cenderung kering
- Bentang alam dominan: stepa tropis, sabana
- Contoh fauna: maleo, sanca Timor, kakatua
Wilayah Timur (Australis)
- Kondisi cuaca: curah hujan sedang hingga tinggi
- Bentang alam dominan: hutan hujan tropis, hutan musim, hutan bakau di daerah pesisir
- Contoh fauna: Nuri, burung namdur, burung cenderawasih, ikan arwana, hiu berjalan, udang kardinal, hiu gergaji, ikan pelangi merah
D. Keberlimpahan Sumber Daya Alam
1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diganti dan diperbarui sepanjang waktu.
- Contoh: matahari, air, angin, tanah, tanaman
- Kelebihan: berkelanjutan, membutuhkan sedikit perawatan, menghasilkan sedikit limbah
- Kekurangan: sulit diproduksi dalam jumlah besar, ketersediaan bergantung pada cuaca
2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat digantikan dan tidak dapat diperbarui dengan cepat.
- Contoh: batu bara, minyak bumi, emas, nikel
- Kelebihan: persediaan melimpah, menghasilkan energi dalam jumlah besar
- Kekurangan: tidak berkelanjutan dan dapat habis, penggunaannya dapat menghasilkan limbah
Bab 6: Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
A. Peran dan Tugasku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Salah satu peran kita di sekolah adalah sebagai peserta didik. Tugas peserta didik di sekolah antara lain mengikuti upacara bendera, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menaati peraturan sekolah.
Di lingkungan masyarakat, peran kita sebagai makhluk sosial memiliki tugas untuk saling membantu dan bekerja sama.
Menjaga kebersihan taman di sekitar rumah juga merupakan tugas kita sebagai warga setempat.
B. Peraturan dan Tanggung Jawabku
Menggunakan bahasa daerah, menggunakan produk khas daerah, serta mempelajari tari daerah merupakan bentuk kearifan lokal yang menjadi tanggung jawab kita dalam menjaga kelestarian budaya.
Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur atau pandangan hidup yang berlaku dalam masyarakat mengenai alam dan lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan melakukan hal-hal tersebut, berarti kita telah melestarikan budaya, yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
C. Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Membersihkan sungai dari sampah merupakan salah satu bentuk interaksi manusia dengan alam sebagai upaya menjaga lingkungan.
Membakar sampah juga termasuk interaksi manusia dengan lingkungan, namun menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.
Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal
Indonesia merupakan negara dengan berbagai suku bangsa yang mendiami wilayah kepulauan. Setiap masyarakat memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda-beda serta unik.
Kebiasaan, perilaku, dan nilai-nilai baik tersebut diwariskan dari nenek moyang. Apabila masih diterapkan dalam kehidupan masyarakat, hal tersebut disebut kearifan lokal.
Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur atau pandangan hidup yang berlaku di dalam masyarakat mengenai alam dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Kearifan lokal dapat berbentuk ritual atau upacara adat, kepercayaan, pengelolaan sumber daya alam, cara menanam, dan sebagainya. Selain itu, kearifan lokal juga dapat berupa hukum adat yang disepakati bersama.
A. Kearifan Lokal di Berbagai Daerah di Indonesia
Berikut beberapa contoh kearifan lokal di Indonesia:
a. Masyarakat Jawa
Masyarakat Jawa memiliki produk khas daerah yang berasal dari hasil pertanian. Contohnya adalah nasi tumpeng dengan berbagai lauk pauk yang menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas kebahagiaan.
b. Masyarakat Papua
Di Papua terdapat kepercayaan "Te Aro Neweak Lako" yang berarti alam adalah aku. Gunung Erstberg dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama, sedangkan tanah dianggap sebagai bagian dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya alam dilakukan dengan hati-hati.
c. Masyarakat Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi
Masyarakat Kampung Adat Cireundeu memiliki tradisi mengonsumsi singkong sebagai makanan pokok. Mereka mengolah singkong menjadi rasi (beras singkong) yang digunakan sebagai pengganti nasi.
B. Bentuk Keragaman Budaya di Indonesia
Contoh rumah adat di Indonesia:
- Rumah Gadang (Sumatra Barat)
- Rumah Walewangko (Sulawesi Utara)
- Rumah Panjang (Kalimantan Barat)
- Rumah Kebaya atau Bapang (Betawi)
Bab 8: Menjadi Pahlawan Lingkungan
A. Peran Tumbuhan dalam Menjaga Udara Bersih
Udara yang tercemar disebut polusi udara. Polusi udara berasal dari asap kendaraan bermotor, pabrik, dan pembakaran sampah. Udara yang tercemar menjadi kotor dan tidak sehat untuk dihirup.
Tumbuhan berperan penting dalam menjaga udara tetap bersih. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia dan makhluk hidup lainnya untuk bernapas.
Selain itu, tumbuhan juga menyerap gas karbon dioksida (COβ) yang merupakan salah satu penyebab polusi udara. Oleh karena itu, semakin banyak tumbuhan, maka udara akan semakin bersih dan segar.
B. Karbon Dioksida, Pemanasan Global, dan Jejak Karbon
Gas karbon dioksida yang berlebihan di udara dapat menyebabkan pemanasan global, yaitu meningkatnya suhu bumi. Kenaikan suhu bumi meskipun hanya 1Β°C dapat berdampak besar, seperti perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana alam.
Karbon dioksida dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia, seperti penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil dan kegiatan industri. Semua aktivitas manusia yang menghasilkan emisi karbon disebut jejak karbon (carbon footprint).
Jejak karbon adalah ukuran banyaknya gas karbon dioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
C. Cara Mengurangi Jejak Karbon (4R)
- Menolak (Refuse)
Menolak penggunaan plastik sekali pakai, seperti sedotan dan kantong plastik. Gunakan botol minum dan tas belanja yang dapat digunakan kembali. - Mengurangi (Reduce)
Menghemat penggunaan listrik dan air serta mengambil makanan secukupnya agar tidak terbuang. - Menggunakan Ulang (Reuse)
Menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, misalnya memberikan mainan atau pakaian kepada orang lain. - Mendaur Ulang (Recycle)
Mengolah kembali sampah seperti kertas, plastik, dan kardus menjadi barang baru agar tidak perlu menggunakan bahan mentah baru.
D. Upaya Menjaga Lingkungan
- Menggunakan energi secara bijak dengan mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan
- Menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau transportasi umum
- Menanam dan merawat pohon serta menjaga hutan agar tidak rusak
E. Perkembangan Budaya
Budaya mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan hidup masyarakat. Perkembangan budaya dipengaruhi oleh lingkungan dan letak geografis suatu daerah.
Contohnya, masyarakat Maluku lebih banyak mengonsumsi ikan karena tinggal di wilayah kepulauan, sedangkan masyarakat Dieng lebih sering mengonsumsi sayuran karena berada di daerah dataran tinggi.
Selain itu, budaya juga dipengaruhi oleh sistem agama, politik, adat istiadat, dan bahasa. Keragaman budaya Indonesia sangat kaya dan telah diakui dunia. UNESCO mengakui beberapa warisan budaya Indonesia, seperti wayang, batik, angklung, tari saman, pencak silat, gamelan, dan pantun.
F. Pentingnya Menjaga Budaya
Budaya merupakan identitas suatu bangsa. Jika masyarakat tidak mengenal dan melestarikan budayanya, mereka dapat mudah terpengaruh oleh arus globalisasi dan mengikuti kebiasaan yang belum tentu sesuai dengan nilai budaya bangsa.
Nah, itulah rangkuman materi IPAS Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka terbaru edisi revisi 2023. Semoga rangkuman ini dapat membantu memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah dan bermanfaat dalam kegiatan belajar.
Artikel ini ditulis oleh Redella Reffa Herdianti peserta Program PRIMA Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
(sto/dil)












































Komentar Terbanyak
Sultan HB X Angkat Bicara soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping