UMY Mulai Bangun SMP Muhammadiyah Sapen Universal School, Target Buka 2027

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 21 Okt 2026 11:50 WIB
Suasana ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Gamping, Sleman, Rabu (21/10/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus mendorong pengembangan pendidikan berkualitas untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global. Salah satunya melalui pembangunan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking.

Diketahui, lokasi SMP MSUS ini terletak di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Sleman. Pembangunan ditargetkan rampung sebelum dimulai kegiatan belajar mengajar pada Juli 2027 mendatang.

"Kita tidak bisa berjalan landai dalam menyongsong Indonesia Emas. Perlu ada terobosan-terobosan di bidang pendidikan, karena pendidikan adalah kunci pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, dan pendidikan menjadi pilar strategis kemajuan bangsa," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat ditemui di lokasi, Rabu (21/10/2026).

Haedar menjelaskan, Muhammadiyah telah lama berkiprah dalam dunia pendidikan. Namun, upaya tersebut perlu terus dikembangkan agar lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga mampu menghadirkan sekolah unggulan dengan standar kualitas yang lebih tinggi.

"Unggul tidak berarti elitis, tetapi unggul bisa menjadi standar kualitas untuk semua lapisan masyarakat," tegasnya.

Suasana ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Gamping, Sleman, Rabu (21/10/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Haedar menambahkan, pengembangan sekolah bertaraf internasional menjadi salah satu langkah Muhammadiyah untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin terbuka. Bekal yang diberikan tidak cukup hanya berupa kemampuan bahasa asing, tetapi juga karakter dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

"Dan mereka harus siap, siap bukan dari aspek bahasa, tapi siap jati dirinya sebagai anak Indonesia yang punya karakter kuat, bertuhan, juga berilmu, cakap, mandiri, dan bisa duduk dan tinggi sejajar dengan bangsa lain," tutur Haedar.

Sementara itu Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi pembangunan SMP MSUS yang dinilai dapat memperluas pilihan layanan pendidikan bagi masyarakat. Dia berharap kehadiran sekolah tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sleman.

"Batu pertama yang kita letakkan hari ini hendaknya menjadi simbol kuatnya komitmen kita bersama terhadap pendidikan. Sebab, membangun sekolah pada hakikatnya bukan hanya membangun ruang kelas, lebih dari itu, kita sedang membangun harapan, menyiapkan masa depan, dan menanamkan fondasi bagi kemajuan masyarakat, daerah, bangsa, dan negara," terangnya.

Harda juga mengingatkan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap pembangunan MSUS tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik yang representatif, tapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan," ujarnya.

Kepala SMP MSUS, Dr Bachtiar Dwi Kurniawan, menjelaskan sekolah tersebut dirancang untuk menghadirkan alternatif pendidikan dengan standar internasional bagi masyarakat.Kehadiran MSUS diharapkan dapat menjawab kebutuhan keluarga yang menginginkan pendidikan dengan pendekatan dan standar pembelajaran berorientasi global.

"Yang sekolah biasa sudah banyak yang dimiliki Muhammadiyah. Yang sekarang kita pengin melakukan lompatan supaya Muhammadiyah bisa memberikan alternatif sekolah yang berkualitas, yang berstandar global, tapi lebih Jogjakan kota pelajar," terangnya.

Dia menjelaskan, MSUS akan menerapkan kurikulum internasional dengan pendampingan Cambridge. Proses pendampingan tersebut juga mencakup penyiapan tenaga pengajar dan asesmen kurikulum.

"Kami sudah mengajar, bermitra dengan Cambridge, sehingga nanti kami selama beberapa bulan ini didampingi oleh Cambridge dan nanti proses asesmennya juga menggunakan kurikulum Cambridge," jelasnya.

Untuk pembangunan fasilitas, jelas Bachtiar, UMY menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung dan interior sekolah. Selain fasilitas sekolah, MSUS juga merencanakan pembangunan asrama di lokasi terpisah.

"UMY sediakan anggaran sekitar Rp 50 M ya untuk membangun fasilitas gedungnya dan interior di dalamnya, begitu. Dan ke depan kami akan bangun boarding di sebelah sana, untuk melengkapi fasilitas pembelajarannya," ungkapnya.



Simak Video "Video Pemred detikcom: detikJateng-Jogja Awards 2026 Apresiasi Sosok Berdampak Nyata"

(apl/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork