KRL Jogja-Solo Pagi Ini Terlambat Imbas Laka Truk Vs KA di Klaten

KRL Jogja-Solo Pagi Ini Terlambat Imbas Laka Truk Vs KA di Klaten

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 27 Agu 2026 08:25 WIB
Suasana KRL Solo-Jogja di Stasiun Balapan Solo, Senin (16/3/2026).
Ilustrasi KRL Jogja-Solo. Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Jogja -

Insiden kecelakaan satu unit truk pasir tertabrak Kereta Api (KA) Malabar terjadi di perlintasan antara Srowot-Klaten. Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo mengalami dampak dari kecelakaan ini.

Informasi itu disampaikan akun Instagram KAI Commuter, @commuterline. Disebutkan KAI Commuter memohon maaf atas keterlambatan Commuter Line Yogyakarta.

"Mohon maaf atas keterlambatan Perjalanan Commuter Line Yogyakarta sehubungan dampak tertemper truck pada Kereta Api Malabar (KA 68) rute Bandung-Malang di antara Srowot-Klaten," demikian unggahan KAI Commuter di story Instagram seperti dikutip detikJogja, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga pukul 06.50 saat ini Petugas masih melakukan normalisasi jalur dan Perjalanan Commuter Line mengalami pergantian keluar dan masuk antar Stasiun," lanjut unggahan tersebut.

ADVERTISEMENT

KAI Commuter mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dar petugas di lapangan. Informasi lebih lanjut terkait situasi di lapangan akan disampaikan secara berkala.

Diketahui, seperti dikutip dari detikJateng, kecelakaan itu terjadi terjadi di perlintasan kereta api sebidang berpalang di Jalan Raya Gondang-Ngering, Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten dini hari tadi. Truk nomor polisi AD 9624 FG bertabrakan dengan KA Malabar.

Kondisi truk dari pantauan detikJateng di lokasi hancur. Bak truk sudah tidak berbentuk, roda lepas dan tinggal bagian kemudi yang ringsek.

Posisi truk terlempar sekitar 50 meter dari perlintasan KA yang berpenjaga. Muatan pasir sebagian masih di sekitar perlintasan dan tidak kendaraan lain yang terlibat.

Evakuasi dilakukan PT KAI bersama Unit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten. Satu unit mobil derek dikerahkan ke lokasi kejadian.

"Kejadiannya sekitar pukul 0.15 WIB. Suaranya benturan keras terdengar dari desa," ungkap Sugianto (40), warga Desa Sumyang kepada detikJateng di lokasi, Kamis (27/8) pagi.

Menurut Sugi, truk muatan pasir dari arah Gondang (utara) ke selatan. Truk mogok di tengah perlintasan kereta api sehingga tertabrak kereta api dari arah barat.

"Truk macet sebelum ada kereta lewat dari barat. Katanya sopir akinya sowak (rusak)," lanjut Sugi.

Mendengar ada benturan, terang Sugi, warga sekitar berdatangan ke lokasi. Warga membantu membersihkan perlintasan dari pasir.

"Tadi bantu bersihkan pasir dengan alat seadanya agar kereta lain bisa lewat. Tidak ada korban, sopir dan kernet selamat, " katanya.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads