Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan adanya Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online (ojol). Terkait itu, sejumlah driver di Jogja mengaku belum mendapat informasi dari aplikator.
Seperti Samuel, driver ojol asal kota Jogja ini mengaku belum mendapat informasi dari aplikatornya terkait BHR. Namun, Samuel mengaku pasrah soal mendapat BHR atau tidak.
"Di aplikasi belum muncul, biasane kan kalau ada info apa gitu di aplikasi selalu muncul pemberitahuan, sampai sekarang belum ada untuk aplikasi saya ini," ujar Samuel saat ditemui di kawasan Pasar Beringharjo, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya terkait itu sama sekali belum ada, walaupun di berita sudah muncul ya. Ya kalau dikasih ya diterima kalau nggak ya udah," sambung Samuel.
Hal senada disampaikan Seto, driver ojol yang kerap mangkal di kawasan Malioboro. Ia mengaku belum mendengar informasi mengenai BHR ini.
"Kalau mau Lebaran ya berharap (bisa menerima BHR)," ungkap Seto.
"Tahun kemarin itu dapat Rp 50 ribu, kan tergantung akunnya to, kalau akunnya bagus ya dapetnya ya (lebih tinggi). Dilihat dari beberapa bulan sebelumnya to, tahun kemarin (yang paling tinggi) ada yang dapet Rp 500 apa 600 (ribu) gitu, sekarang mungkin kayak gitu," paparnya.
Diberitakan detikFinance, pengemudi ojek online (ojol) dipastikan akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) atau 'Tunjangan Hari Raya (THR)' pada Lebaran 2026.
Penyaluran ditargetkan dapat dilakukan lebih awal mulai H-14 hingga H-7 sebelum Idul Fitri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan BHR untuk ojol telah dilakukan komunikasi secara intensif dengan para aplikator.
Jumlah pengemudi yang diberikan BHR sekitar 850.000 orang dengan total anggaran Rp 220 miliar.
"Jumlah yang diberikan BHR tahun 2026 mencakup kepada sekitar 850.000 mitra penerima atau pengemudi dengan nilai total Rp 220 miliar," kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Airlangga menyebut jumlah anggaran itu meningkat dibandingkan tahun lalu. Untuk jumlah penerimanya, setiap aplikator seperti Grab dan Gojek akan memberikan BHR tersebut ke masing-masing 400 ribu mitra drivernya.
"Gojek dan Grab itu akan membagikan BHR masing-masing ke 400.000 mitra pengemudi," katanya.
"Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri," tambahnya.
(ams/alg)












































Komentar Terbanyak
PM Israel Netanyahu Klarifikasi soal Pernyataannya yang Singgung Yesus Kristus
Momen Emak-emak di Jogja 'Hadang' Purbaya Minta MBG Disetop
Jemaah Salat Id di Masjid Gedhe Kauman Membeludak hingga Jalan