Produsen Kue Keranjang di Danurejan Jogja Banjir Pesanan Jelang Imlek

Produsen Kue Keranjang di Danurejan Jogja Banjir Pesanan Jelang Imlek

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Selasa, 10 Feb 2026 16:33 WIB
Suasana produksi kue keranjang di Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Selasa (10/2/2026).
Suasana produksi kue keranjang di Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Selasa (10/2/2026). (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Jogja -

Kue keranjang menjadi salah satu sajian yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Menjelang Imlek 2026, produsen kue keranjang di Jogja kebanjiran pesanan baik dari dalam maupun luar daerah.

Salah satunya dialami Sianywati, pemilik rumah produksi Kue Keranjang Tukangan di Kemantren Danurejan, Kota Jogja. Menjelang Imlek, tempat usahanya memproduksi kue keranjang hingga 200 kilogram.

"Kalau sebelum Imlek itu tiap hari kita bikin paling sedikit 200 kilo. Kita kerja 10 hari untuk membuat kue itu," kata Sianywati saat ditemui detikJogja di rumah produksinya, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sianywati menyebut produksi kue keranjang hanya dilakukan menjelang Imlek. Di luar momen tersebut, ia mengaku tidak membuat kue keranjang karena minimnya permintaan.

ADVERTISEMENT

"Kita bikin kue keranjang jelang Imlek saja. Kalau sudah selesai Imlek, ya sudah nggak bikin lagi, soalnya nggak mau ambil risiko kalau nggak ada yang beli," jelasnya.

Ia menuturkan seluruh produksi kue keranjang jelang Imlek habis terjual. Pesanan datang tidak hanya dari wilayah Jogja, tetapi juga dari luar daerah.

"Biasanya kita terima pesanan saja. Kalau dijual di toko jarang ada yang beli. Pelanggannya dari Jogja, terus ada juga dari Gombong sama Purworejo," ungkapnya.

Suasana produksi kue keranjang di Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Selasa (10/2/2026).Suasana produksi kue keranjang di Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Selasa (10/2/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Menurut Sianywati, sistem penjualan berbasis pesanan dipilih untuk menghindari risiko kue tidak laku dan harus dikembalikan. Apalagi, permintaan kue keranjang menurun drastis setelah perayaan Imlek selesai.

"Ini habis sampai Imlek. Pesanan ada lagi, jadi kita senang. Tapi kalau Imlek sudah lewat, biasanya nggak ada yang beli lagi," ujarnya.

Rp 55 Ribu per Kg

Dari sisi harga, Sianywati mengatakan kue keranjang buatannya dijual seharga Rp 55 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp 1.000 dibandingkan tahun lalu, seiring meningkatnya biaya produksi.

"Dari tahun kemarin ke tahun ini cuma naik seribu. "Kalau Imlek sudah lewat, biasanya nggak ada yang beli lagi. Jadi ya sudah, kita produksi sesuai pesanan saja," pungkasnya.



(aku/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads