- Harga Sembako Jogja 2 Februari 2026 Versi PIHPS
- Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah 1. Produksi (Internal) 2. Distribusi (Internal) 3. Sumber Pasokan (Internal) 4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal) 5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
- FAQ tentang Harga Sembako 1. Berapa harga cabai rawit di Jogja hari ini? 2. Siapa yang berperan menentukan naik tidaknya harga sembako? 3. Mengapa harga sembako beda-beda di tiap provinsi?
Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum mungkin berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 12.06 WIB, 4 jenis cabai kompak naik. Cabai merah besar meroket gila-gilaan, begitu juga rawit hijau yang melejit.
Kemarin Jumat (30/1/2026), satu kilogram cabai merah besar masih dibanderol Rp 36.250. Hari ini, harganya melonjak jadi Rp 44.000. Artinya, ada kenaikan sebesar 21.38% dalam waktu 2-3 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cabai merah keriting juga naik, kendati tidak sesignifikan cabai merah besar. Grafik PIHPS menunjukkan, satu kilogramnya lebih mahal 500 rupiah, yakni jadi Rp 33.000 dari sebelumnya Rp 32.500.
Rawit hijau di sisi lain melonjak kurang lebih 7%, terhitung dari Rp 56.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram. Angka ini menempatkan Jogja di urutan 6 provinsi dengan harga rawit hijau termahal se-Indonesia. Di posisi wahid, ada Bangka Belitung yang satu kilogramnya menyentuh angka Rp 68.500.
Saudaranya, rawit merah, juga naik, tercatat dari Rp 62.500 menjadi Rp 65.000/kg. Semenjak 26 Januari 2026 kemarin, rawit merah sudah mengalami kenaikan harga sebesar 31,31%.
Berbeda dengan cabai yang semuanya bergerak naik, daging ayam ras segar justru merosot. Harga satu kilogramnya tercatat turun 500 rupiah menjadi Rp 35.750. Ini adalah kali pertama daging ayam bergeser usai setidaknya satu minggu stabil.
Perlu diketahui, data PIHPS dihitung dari rata-rata harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar lengkap harga sembako Jogja hari ini 2 Februari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 2 Februari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.000/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Naik dari Rp 36.250 menjadi Rp 44.000/kg
- Cabai merah keriting: Naik dari Rp 32.500 menjadi Rp 33.000/kg
- Cabai rawit hijau: Naik dari Rp 56.000 menjadi Rp 60.000/kg
- Cabai rawit merah: Naik dari Rp 62.500 menjadi Rp 65.000/kg
- Daging ayam ras segar: Turun dari Rp 36.250 menjadi Rp 35.750/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
- Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng curah: Rp 18.400/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Rp 28.000/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya.
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Senin, 2 Februari 2026. Sebagai catatan, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
FAQ tentang Harga Sembako
1. Berapa harga cabai rawit di Jogja hari ini?
Satu kilogram rawit hijau dibanderol Rp 60.000. Sementara itu, rawit merah sedikit lebih mahal, yakni Rp 65.000/kg.
2. Siapa yang berperan menentukan naik tidaknya harga sembako?
Mekanisme pasar berupa permintaan dan penawaran yang berperan. Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga berperan, semisal dengan menerapkan harga eceran terendah (HET).
3. Mengapa harga sembako beda-beda di tiap provinsi?
Penyebabnya bisa sangat bervariasi, mulai dari ketersediaan stok hingga biaya transportasi.
(anm/dil)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya