Halte Trans Jogja (TJ) di Jalan Laksda Adisucipto, Demangan Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman, menjadi sorotan karena berdempetan dengan warung pedagang kaki lima (PKL). Bahkan, tenda warung hingga menutupi akses keluar-masuk penumpang di halte tersebut.
Pantauan detikJogja di lokasi pagi ini, halte yang dikenal sebagai Halte Jalan Solo De Britto itu berada di antara tenda warung yang berdiri di sisi kanan dan kirinya. Kondisi tersebut membuat akses pejalan kaki maupun penumpang Trans Jogja menjadi terbatas.
Tenda warung makan berdiri tepat di sisi kanan halte. Sementara itu, sisi kiri halte digunakan untuk mencuci peralatan makan. Rak berisi piring yang dicuci juga tampak menutupi akses keluar-masuk penumpang.
Warung-warung tersebut belum beroperasi saat detikJogja memantau lokasi. Sejumlah pelayan masih terlihat menyiapkan peralatan untuk membuka warung.
Kondisi trotoar yang dipenuhi warung itu dikeluhkan warga. Salah seorang pejalan kaki, Mardinem, warga Maguwoharjo, Sleman, mengaku kesulitan melintas karena ruang untuk berjalan kaki tertutup.
"Nggih mengganggu, kan soalnya ketutupan kalau buat jalan kaki, jadi nggak bisa lewat, hanya lewat sini (pinggir jalan). Harus antre sepi kendaraan," ungkap Mardinem saat ditemui detikJogja di lokasi, Selasa (27/10/2026).
Menurut Mardinem, warung-warung tersebut sudah lama berdiri, bahkan sebelum halte Trans Jogja dibangun. Meski demikian, dia berharap ada penataan agar akses pejalan kaki tidak terganggu.
"Kayaknya sudah lama banget warungnya, seingat saya sudah ada sebelum ada halte di sini. (Jika ditertibkan) ya terserah itu, kalau baik ditertibkan ya bagus sekali itu," jelasnya.
Keluhan serupa disampaikan penumpang Trans Jogja, Arfdan, warga Sleman. Dia menilai keberadaan warung dan aktivitas di sekitarnya dapat mengganggu kenyamanan penumpang, terutama saat kondisi ramai.
Menurutnya, situasi pada pagi hari belum terlalu ramai. Namun, gangguan lebih terasa pada sore hari ketika banyak pembeli datang dan kendaraan parkir di sekitar halte.
"Ini masih pagi jadi belum terlalu ramai, biasanya agak keganggu itu kalau sore banyak yang parkir di sekitar sini juga, itu sih yang agak ganggu," ungkapnya.
Arfdan berharap ada penataan sehingga penumpang bisa menggunakan halte dengan lebih nyaman, terutama saat hendak masuk dan keluar.
"Harapannya penginnya ya ditata dikondisikan. Karena ini jalannya (keluar masuk halte) sudah ketutup kan di sebelah sini (kiri). Semoga bisa lebih ditata lagi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Sleman, Mirza Anfansury, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut dengan mengecek kondisi di lapangan.
"Baik, anggota kami untuk melihat ke lapangan. (Tindak lanjut penertiban) setelah hasil di lapangan," ujar Mirza kepada detikJogja melalui pesan singkat.
Simak Video "Menggelar Fashion Show Bersama Warga di Grojogan Kapuhan, Sleman"
(aku/ahr)