Ledakan di Laundry Patehan Jogja Berasal dari Mesin Boiler Setrika Uap

Ledakan di Laundry Patehan Jogja Berasal dari Mesin Boiler Setrika Uap

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 22 Okt 2026 14:39 WIB
Lokasi tempat laundry yang meledak di Patehan, Kraton, Kota Jogja, Kamis (22/10)
Lokasi tempat laundry yang meledak di Patehan, Kraton, Kota Jogja, Kamis (22/10). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Ledakan yang terjadi di tempat usaha laundry di Patehan, Kraton, Kota Jogja, ternyata gegara mesin boiler setrika uap. Seorang karyawan laundry berinisial TS (40) mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

"Ledakan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB tadi. Korban mengalami luka sobek pada bagian perut sebelah kiri sepanjang sekitar 10 sentimeter, luka lecet pada lengan kiri, serta luka bakar pada pipi kiri," ungkap Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, saat dihubungi detikJogja, Kamis (22/10/2026).

"Korban langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk mendapatkan penanganan medis," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dani menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban membuka tempat laundry tersebut sekitar pukul 08.00 WIB untuk memulai operasional. Korban kemudian menyalakan mesin boiler setrika uap yang berada di ruang belakang, lalu menuju ke meja kasir.

ADVERTISEMENT

"Sekira pukul 09.15 WIB tiba-tiba terjadi ledakan dari mesin boiler tersebut yang mengakibatkan korban mengalami luka dan kerusakan pada bangunan bagian atap jebol maupun peralatan laundry mengalami kerusakan," jelasnya.

"Sedangkan tabung boiler terlempar ke udara dan jatuh di lapangan olahraga halaman SD dengan jarak lebih kurang 50 meter dari lokasi tempat laundry," imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut, kata Dani, sejumlah peralatan laundry termasuk empat unit mesin cuci dan satu unit mesin boiler mengalami kerusakan. Peralatan laundry lainnya juga turut terdampak.

"Kerusakan juga terjadi pada ruko Miracle yang berada di sebelah timur laundry. Sejumlah kaca figura di ruko tersebut dilaporkan rusak," katanya.

Dani mengatakan, tempat laundry tersebut baru beroperasi sekitar dua minggu. Seluruh peralatan yang digunakan juga masih baru.

"Kerugian peralatan laundry diperkirakan mencapai Rp 85 juta. Sementara itu, kerugian akibat kerusakan bangunan masih belum dapat ditaksir," pungkasnya.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads