Video yang memperlihatkan api keluar dari dalam tanah pekarangan warga di Muntuk RT 1, Muntuk, Dlingo, Bantul, jadi viral di media sosial. Pemilik rumah menyebut api itu telah padam. BPBD Bantul menduga api itu berasal dari tumpukan sampah di dalam tanah.
"Peristiwa kemunculan api dari dalam tanah viral di media sosial di Kalurahan Munthuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul langsung menurunkan tim untuk menelusuri lokasi guna memastikan penyebab pasti dan sumber api tersebut. Kronologi Video berdurasi 56 detik diunggah oleh akun yihaa010, memperlihatkan api yang keluar dari permukaan tanah di pekarangan warga," tulis akun Instagram @yogyakarta_josjis seperti dilihat detikJogja pada Kamis (22/10/2026).
Anak pemilik pekarangan, Samsiyah (42), mengatakan awalnya muncul asap dari tanah di pekarangan belakang rumah. Kemunculan asap itu berlangsung selama sepekan.
"Awalnya keluar asap itu dari tanah, saya diamkan saja sampai satu pekan. Nah, kemarin (Rabu) pagi sekitar jam enam saya menyapu dan muncul api dari dalam tanah," kata dia saat ditemui di rumahnya, Muntuk, Dlingo, Bantul, Kamis (22/10/2026).
Samsiyah pun berusaha memadamkan api itu. Akan tetapi upayanya tidak membuahkan hasil.
"Api yang keluar dari dalam tanah itu saya sumpal pakai plastik tapi tetap menyala. Terus saya siram pakai air malah membesar apinya, jadi apinya seperti menyembur itu," ujarnya.
Karena masih harus mengurus anaknya yang sedang sakit, Samsiyah lalu meninggalkan api itu. Siangnya, Samsiyah kembali mengecek dan api tersebut tetap muncul dari dalam tanah.
"Disiram lagi terus, tetap tidak padam, sampai akhirnya saya rekam video dan upload ke medsos. Karena saya sama sekali tidak bakar sampah di situ kok bisa keluar apinya," ucapnya.
Warga pun berdatangan ke kediaman Samsiyah. Warga lalu melakukan pemadaman api dengan peralatan seadanya.
"Karena malam tadi masih menyala, pemuda-pemuda ke sini dan dibongkar, dipacul tanahnya terus disiram air," kata Samsiyah.
Dia menambahkan, upaya para pemuda itu membuahkan hasil. Pasalnya, dari dalam tanah itu sudah tidak keluar api.
"Pagi tadi sudah tidak keluar apinya, tapu masih bau seperti sampah terbakar," ucapnya.
Terkait apakah pekarangan itu merupakan tempat sampah, Samsiyah membenarkannya. Sampah-sampah itu tertimbun di tanah.
"Jadi sekitar tiga tahun di situ pernah untuk membuang sampah dan akhirnya ditimbun tanah," ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan telah meninjau lokasi kemunculan api dari dalam tanah di Muntuk. Hasilnya, lokasi kemunculan api itu dulunya merupakan tempat pembuangan sampah.
"Jadi tempat itu dulunya jadi tempat pembuangan sampah sekitar tiga tahun dan sampahnya campuran. Sehingga kemungkinan karena sampah terus kena panas, karena kan lembab juga," ucapnya.
Antoni juga memastikan akan melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak muncul lagi dari dalam tanah.
"Langkahnya kami lakukan pemantauan sampai beberapa hari ke depan. Kalau api tidak muncul lagi berarti aman," pungkasnya.
Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
(dil/apl)