Postingan soal penarikan biaya pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul hingga jutaan rupiah beredar di media sosial. Pihak Komite MAN 2 Bantul pun buka suara soal alasannya memungut uang dari wali murid.
Program Tak Dibiayai Pemerintah
Ketua Komite MAN 2 Bantul, Atmaturida, mengatakan awalnya pihaknya menerima rancangan program kegiatan MAN Bantul untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Namun, beberapa kegiatan itu tidak mendapat suntikan dana dari pemerintah.
"Yang tidak dibiayai oleh anggaran pemerintah itu, kepala madrasah menyampaikan kepada komite untuk disampaikan kepada wali murid," kata dia saat ditemui wartawan di MAN 2 Bantul, Kamis (1/10/2026) sore.
Kemudian, komite mengundang wali murid untuk berembug pada Agustus 2026. Dalam forum itu, komite mengajak wali murid untuk meningkatkan kualitas siswa MAN 2 Bantul.
"Mereka kita tawarkan program itu yang disampaikan madrasah ke komite, mereka setuju. Kemudian, dengan setuju program itu disepakati, monggo kita berikan blangko kosong untuk diisi," ujarnya.
Viral Sumbangan Rp 4,2 Juta
Diketahui, dalam postingan yang diunggah akun Instagram @moodpendidikan.co disebutkan bahwa nominal sumbangan pendidikan yang dibahas dalam rapat itu mencapai Rp 4,2 juta.
"Dugaan penarikan biaya pendidikan di MAN 2 Bantul menjadi sorotan setelah seorang wali murid mengaku menerima surat terkait "dukungan kesiapan pengembangan madrasah". Dalam dokumen yang diterima, orang tua/wali murid diminta menyatakan kesediaan memberikan sumbangan pendidikan," tulis akun Instagram @moodpendidikan.co, seperti dilihat detikJogja, Kamis (1/10/2026).
"Surat tersebut menggunakan istilah "sukarela, ikhlas dan tanpa paksaan", namun pada bagian nominal terdapat ruang pengisian jumlah sumbangan dan rincian pembayaran. Menurut keterangan pelapor, nominal yang dibahas dalam rapat bersama komite disebut mencapai Rp 4,2 juta, kemudian wali murid diberikan surat untuk pembayaran yang dapat dicicil sebanyak tiga kali, "Sukarela tapi dipatok nominal. Kami dikasih surat perjanjian, jadi bahasanya tidak wajib, namun karena ada surat seperti ada penekanan," uiar wali murid kepada pelapor," sambung keterangan dalam postingan itu.
Demi Biayai Les dan Kursus
Menurut Atmaturida, nominal Rp 4,2 juta itu merupakan rencana penggunaan dana komite. Jika setiap wali murid setuju dengan nominal itu, maka semua program akan berjalan dengan baik.
"Tapi karena ini kita musyawarah, kita memenuhi asas kebersamaan, mungkin wali itu ya tidak sama kemampuan dan penghasilannya. Karena itu kita tawarkan, mereka kita beri formulir kosongan, kemudian mereka mengisi dengan perkiraan kemampuan masing-masing dan kerelaannya," ucap dia.
Atmaturida menegaskan bahwa tidak ada paksaan kepada wali murid untuk membayar Rp 4,2 juta. Ia lalu menunjukkan beberapa formulir berupa surat pernyataan kesediaan dukungan pengembangan madrasah.
"Isian itu kemudian, seperti tadi bisa kita bisa lihat, sebagian ada yang satu juta sekian, dua juta hingga tiga juta. Nah, dengan dana itulah kita serahkan kepada madrasah untuk dikelola dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan agar program-program ekstra seperti les, seperti kursus, seperti keterampilan yang tidak didanai oleh negara bisa berjalan dengan baik," kata dia.
193 Wali Murid Bersedia Bayar
Atmaturida mengatakan, bahwa dari kelas 10-12 memang ada dukungan pengembangan madrasah dengan nominal yang berbeda-beda. Sedangkan yang jadi viral di media sosial itu merupakan iuran dukungan pengembangan madrasah untuk kelas 11.
Meski keluhan wali murid itu beredar di media sosial, Komite MAN 2 Bantul tetap melanjutkan iuran dari wali murid demi mendukung pengembangan madrasah.
"Berlanjut, karena itu kesanggupan semua, ya kan? Kesanggupan ketika rapat mereka siap, lalu dipersilakan mengisi. Jadi kita tunggu pengembalian dari mereka," kata Atmaturida.
Atmaturida menambahkan, sudah ada 193 dari 585 wali murid yang mengembalikan formulir berupa surat pernyataan kesediaan dukungan pengembangan madrasah. Menurut dia, wali murid tidak wajib mengisi nominal hingga Rp 4 juta.
"Mereka kan punya kesanggupan, ketika rapat mereka semua bersedia, hanya penyerahannya itu tidak serempak dan itu bersifat sukarela," ujarnya.
Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
(dil/dil)