Viral Peserta Upacara HUT RI Bantul Kena Pungli Parkir Liar Meski Ada Petugas

Viral Peserta Upacara HUT RI Bantul Kena Pungli Parkir Liar Meski Ada Petugas

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 18 Agu 2026 11:21 WIB
Ilustrasi Parkir Liar Jakarta
Ilustrasi parkir liar. Foto: Edi Wahyono
Bantul -

Postingan bernarasi peserta upacara 17 Agustus di Trirenggo, Bantul diminta membayar parkir meski di lokasi ada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul yang berjaga. Dishub menyebut tidak memberikan izin parkir di lokasi upacara dan hari ini telah memanggil oknum tukang parkir untuk klarifikasi.

"Momen ini teriadi di Bantul, Yogyakarta. Sejumlah peserta yang hendak mengikuti upacara HUT RI disebut tetap diminta membayar parkir oleh tukang parkir, meski di lokasi terlihat ada petugas Dishub. Bahkan, polisi wanita yang datang ke lokasi juga terlihat ikut membayar saat diminta uang parkir. Kejadian ini pun menuai kritik, dianggap justru menormalisasi pungutan liar," kata akun Instagram @kabarmahasiwa.id seperti dilihat detikJogja hari ini.

Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi mengatakan, bahwa setiap ada acara yang melibatkan massa besar pasti masalah parkir menjadi sorotan. Padahal, sebelum rangakaian acara HUT ke-81 RI Dishub telah berkoordinasi dengan Kalurahan Trirenggo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu kami sudah antisipasi, sebelum rangkaian hari jadi kami sudah koordinasi dengan Kalurahan Trirenggo, Jogoboyo dan Dukuh agar saat di rangkaian dan upacara 17-an tidak ada masalah yang timbul akibat parkir," katanya saat dihubungi detikJogja, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

Singgih melanjutkan, bahwa saat itu Dishub tidak mengeluarkan izin terkait parkir di lokasi upacara 17 Agustus. Sehingga keberadaan oknum tukang parkir di lokasi upacara tersebut tidak ada hubungannya dengan Dishub Bantul.

"Kami dari Dishub tidak mengeluarkan izin parkir di sana (lapangan Trirenggo) saat upacara 17 Agustus," ujarnya.

Selain itu, Dishub sama sekali tidak menerima sepeser pun dari hasil oknum tukang parkir yang menarik tarif parkir saat upacara 17 Agustus di Lapangan Trirenggo.

"Adanya pungutan parkir di sana tidak ada yang masuk Dishub dan kas daerah," ucapnya.

Bahkan, Singgah menegaskan telah melakukan penelusuran dan memanggil seorang oknum tukang parkir saat upacara 17 Agustus di Trirenggo. Semua itu untuk meminta klarifikasi terhadap oknum tersebut.

"Pelaku pemungut parkir hari ini kami panggil untuk melakukan klarifikasi," katanya.

Singgih juga mengungkapkan, bahwa oknum tersebut mengaku tidak memaksa namun tarif parkir itu bersifat sukarela. Akan tetapi, Dishub masih akan melakukan klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

"Kalau dari pengakuan sementara itu katanya sukarela, jadi pelaku mengaku tidak memungut paksa, hanya sukarela. Tapi semua itu masih pengakuan sementara dan saat ini masih kami mintai klarifikasi," ujarnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads