Terungkapnya Penyebab Kematian Pria Tertimpa Supra di Gunungkidul

Terungkapnya Penyebab Kematian Pria Tertimpa Supra di Gunungkidul

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 18 Agu 2026 06:00 WIB
TKP penemuan mayat pria di  di lapangan Dodiklatpur, Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul, Senin (17/8/2026).
TKP penemuan mayat pria di di lapangan Dodiklatpur, Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul, Senin (17/8/2026). Foto: dok. Polsek Patuk
Jogja -

Sesosok pria ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertimpa motor Honda Supra di daerah Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria tersebut. Berikut dugaan penyebab tewasnya.

"Dilaporkan ditemukan jenazah di kawasan Kemuning, Bunder, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 08.00 WIB," tulis keterangan dalam unggahan Instagram @jogja_admin, dikutip detikJogja pada Senin (17/8/2026).

"Saat ini sedang berlangsung proses identifikasi dan evakuasi jenazah. Kronologi dan identitas belum diketahui, masih dalam penelusuran pihak berwenang. Pihak kepolisian dan tim terkait sedang melakukan pemeriksaan di lokasi," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, jenazah pria itu ditemukan warga bernama Catur yang hendak jogging di lapangan Dodiklatpur, Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu Catur melihat motor Honda Supra bernomor polisi AB 5439 RD dalam posisi terjatuh.

"Saksi lalu berniat memindahkan posisi motor dan ternyata di bawah motor ada seorang pria tergeletak dan tidak bergerak," katanya saat dihubungi detikJogja, Senin (17/8/2026).

ADVERTISEMENT

Catur lalu mendekati pria itu dan ternyata merupakan tetangganya, yakni Paryono (54), warga Kemuning. Catur lalu memberi tahu warga lainnya dan laporan dilanjutkan ke Polsek Patuk.

"Dari pemeriksaan medis, pria itu sudah meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria tersebut," ujarnya.

Paryono diduga memiliki riwayat penyakit dan kambuh saat ia sedang beraktivitas.

"Dugaan hipertensi/darah tinggi, tetapi detail penyebab kematian harus melakukan autopsi. Nah, keluarga korban sudah menerima kejadian itu sehingga jenazah tadi kita serahkan keluarga untuk dimakamkan," ucapnya.

Purwanto menambahkan, bahwa pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut dan akan membuat surat pernyataan.

"Jenazah dimakamkan di TPU Kemuning, Bunder, Patuk," pungkasnya.



(dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads