Jenazah Pria Tertimpa Motor di Patuk Gunungkidul, Polisi Ungkap Faktanya

Jenazah Pria Tertimpa Motor di Patuk Gunungkidul, Polisi Ungkap Faktanya

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 17 Agu 2026 13:10 WIB
TKP penemuan mayat pria di  di lapangan Dodiklatpur, Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul, Senin (17/8/2026).
TKP penemuan mayat pria di di lapangan Dodiklatpur, Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul, Senin (17/8/2026). Foto: dok. Polsek Patuk
Gunungkidul -

Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan posisi tertimpa motor daerah Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul. Polisi menyebut berdasarkan pemeriksaan medis pria tersebut memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi.

Insiden ini sempat viral di media sosial.

"Dilaporkan ditemukan jenazah di kawasan Kemuning, Bunder, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Saat ini sedang berlangsung proses identifikasi dan evakuasi jenazah. Kronologi dan identitas belum diketahui, masih dalam penelusuran pihak berwenang. Pihak kepolisian dan tim terkait sedang melakukan pemeriksaan di lokasi.," demikian unggahan Instagram @jogja_admin.

ADVERTISEMENT

Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, menjelaskan kejadian bermula saat saksi, Catur, hendak jogging di lapangan Dodiklatpur, Kemuning, Bunder, Patuk, Gunungkidul sekitar pukul 08.00 WIB. Sesampainya di lokasi, Catur melihat motor Honda Supra bernomor polisi AB 5439 RD dalam posisi jatuh.

"Saksi lalu berniat memindahkan posisi motor dan ternyata di bawah motor ada seorang pria tergeletak dan tidak bergerak," katanya saat dihubungi detikJogja, Senin (17/8/2026).

Catur lalu mendekati pria itu dan ternyata merupakan tetangganya, yakni Paryono (54), warga Kemuning. Karena tidak kunjung merespons dan bergerak, Catur langsung memberi tahu warga lainnya dan berlanjut laporan ke Polsek Patuk.

"Dari pemeriksaan medis, pria itu sudah meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria tersebut," ujarnya.

Menyoal penyebab meninggalnya Paryono, Purwanto menduga karena Paryono memiliki riwayat penyakit. Selanjutnya, saat beraktivitas penyakit itu kambuh.

"Dugaan hipertensi/darah tinggi tetapi detail penyebab kematian harus melakukan autopsi. Nah, keluarga korban sudah menerima kejadian itu sehingga jenazah tadi kita serahkan keluarga untuk dimakamkan," ucapnya.

Purwanto menambahkan, bahwa pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut dan akan membuat surat pernyataan.

"Jenazah dimakamkan di TPU Kemuning, Bunder, Patuk," katanya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads