Sesosok bayi dalam kondisi hidup ditemukan di dalam toilet Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya pada pagi tadi. Bayi tersebut lantas dievakuasi saat kereta tiba di Stasiun Balapan Solo.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan bayi ditemukan oleh petugas kereta sekitar pukul 07.20 WIB saat KA Sancaka dalam perjalanan menuju Surabaya.
"Petugas di atas KA menemukan seorang bayi di toilet kereta eksekutif 3. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pusat Pengendalian Pelayanan yang langsung berkoordinasi dengan Stasiun Solo Balapan," kata Feni dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Feni menjelaskan, sekitar pukul 07.30 WIB, bayi tersebut diserahkan ke Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan untuk menjalani pemeriksaan. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 07.33 WIB, KA Sancaka 84B kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
"Selanjutnya, di Pos Kesehatan Solo Balapan, petugas KAI melakukan observasi oleh Dokter dan Bidan Klinik Mediska KAI Solo. Kondisi umum bayi dinyatakan dalam keadaan baik. Tim KAI kemudian memenuhi kebutuhan dasar bayi agar kondisinya tetap baik dan terjaga," terangnya.
Langkah selanjutnya, kata Feni, KAI Daop 6 kemudian berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
"Tim KAI kemudian melakukan koordinasi dengan Polsek Banjarsari. Saat ini bayi tersebut sudah dalam penanganan kepolisian dan RS Bhayangkara. KAI Daop 6 Yogyakarta akan mendukung penuh proses yang dibutuhkan dalam penanganannya sesuai prosedur yang berlaku," tuturnya.
Feni menambahkan, koordinasi dan penelusuran bersama kepolisian masih terus berlangsung. KAI Daop 6 Jogja menyatakan siap berkolaborasi dengan pihak berwenang guna mendukung proses penanganan kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
"Koordinasi dan penelusuran bersama kepolisian terus berjalan. KAI Daop 6 Yogyakarta akan berkolaborasi dengan pihak berwenang dan membantu dukungan yang dibutuhkan sesuai prosedur yang berlaku," pungkasnya.
Hanya saja, Feni belum memberikan informasi mengenai jenis kelamin bayi maupun perkiraan usianya.
(ahr/ahr)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya