Lebih Irit! Ini Hitung-hitungan Pak Dukuh Tanam Padi di Galon Bekas Vs Sawah

Lebih Irit! Ini Hitung-hitungan Pak Dukuh Tanam Padi di Galon Bekas Vs Sawah

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 30 Jun 2026 15:17 WIB
Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto.
Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto.(Foto: dok. Dukuh Ngelorejo Susanto)
Jogja -

Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto (44), menanam padi dengan galon bekas di pekarangan rumahnya. Susanto menyebut metode ini jauh lebih irit dibandingkan menanam di sawah. Seperti apa hitungannya?

Santo Mboso sapaan karibnya, mengaku terinspirasi bercocok tanam dengan media galon bekas karena punya pekarangan nganggur. Selain itu, dia terinspirasi dari postingan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntarini. Tak disangka, tanamannya juga tumbuh subur.

"Saya ingin mengedukasi masyarakat dengan biaya semurah-murahnya bisa menanam, khususnya padi. Contoh, saya punya lahan 10 m2 dengan estimasi 1.000 galon. Nah dengan kalkulasi misal beli sawah 10 m2 kan Rp 15-20 juta. Tapi dengan galon Rp 2 juta, dan tanah beli katakanlah Rp 1 juta kan sangat terjangkau sekali," ujar Susanto kepada detikJogja, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya yang dia keluarkan untuk menanam padi dengan galon bekas itu bisa semakin ditekan. Mulai dari memanfaatkan tanah sisa, galon bekas milik tetangga atau rekannya hingga penyiraman yang tak perlu setiap hari.

"Saya mulai cari galon ke mana-mana, dari minta, beli hingga dikasih. Akhirnya saya dapat 1.200 galon dalam waktu empat bulan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Terus penyiramannya tidak setiap hari dan pilih pakai selang, kenapa? Biar jadi pembelajaran bagi masyarakat kalau dengan dana minim bisa bertani," lanjut Santo.

Santo mengaku mulai menanam padi Ciherang sejak akhir Maret 2026. Dia juga sudah sempat panen.

"Sebagian sudah panen, kemarin sama bu Bupati yang memanen. Kalau jumlahnya kira-kira satu galon 1 ons, tapi ini mau saya sampling lagi jumlahnya. Untuk hasil panennya kemarin bagus, mungkin karena kontrol pupuk baik, pencegahan hama juga berlangsung dengan baik," ucapnya.

Santo pun semakin bersemangat untuk bercocok tanam dengan media galon bekas. Usahanya kini juga mulai diikuti warga di kampungnya yang mulai menanam dengan memanfaatkan galon bekas.

"Kalau ke depannya padi tetap, tapi semua sayuran mau saya tanam biar punya dapur hidup. Selain itu saya mau tambah lagi 1.000 galon, tapi ya secara bertahap karena cari galon segitu kan butuh waktu juga," ceritanya.




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads