Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Teks Pidatonya, Resmi BPIP!

Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Teks Pidatonya, Resmi BPIP!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Minggu, 24 Mei 2026 14:37 WIB
Ilustrasi Upacara Hari Lahir Pancasila 2026. Susunan upacara dan teks pidato Hari Lahir Pancasila 2026 resmi BPIP.
Ilustrasi Upacara Hari Lahir Pancasila (Foto: Gemini AI)
Jogja -

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah resmi merilis Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Dalam pedoman itu, dijabarkan latar belakang, tema, tujuan, susunan upacara, hingga teks resmi pidatonya.

Dirangkum dari laman resmi Museum Pendidikan Nasional, sejarah Hari Lahir Pancasila tidak bisa dipisahkan dari Presiden Soekarno. Tercatat, Bapak Proklamator Indonesia itu mengajukan usulan dasar negaranya, yang dinamai Pancasila, pada 1 Juni 1945.

Usulan Bung Karno berisikan 5 sila, sesuai namanya, yakni Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.Selain Soekarno, Mohammad Yamin dan Soepomo juga memberikan usulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Singkat cerita, 1 Juni kemudian dipilih sebagai Hari Lahir Pancasila, karena pada tanggal itulah, istilah 'Pancasila' pertama kali dikemukakan. Biasanya, Hari Lahir Pancasila diperingati dengan pelaksanaan upacara bendera, baik di instansi pemerintah maupun sekolah.

Berhubung tanggal peringatannya kian dekat, mari, simak susunan upacara Hari Lahir Pancasila 2026 lengkap dengan teks pidato resminya dari BPIB di bawah ini. Baca sampai tuntas, ya, Dab!

ADVERTISEMENT

Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIB

Dikutip dari Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, susunan upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini berbeda di tingkat pusat, daerah, maupun sekolah. Begini rinciannya.

A. Susunan Upacara di Pusat

  1. Terompet pertama: 09.30 WIB
  2. Terompet kedua: 09.35 WIB
  3. Pasukan upacara memasuki tempat upacara: 09.36 WIB
  4. Komandan upacara memasuki tempat upacara: 09.43 WIB
  5. Wakil Presiden RI tiba di lapangan Gedung Pancasila Kemenlu: 09.48 WIB
  6. Presiden RI tiba di lapangan Gedung Pancasila Kemenlu: 09.49 WIB
  7. Laporan perwira upacara: 09.50 WIB
  8. Presiden RI selaku inspektur tiba di tempat upacara: 09.51 WIB
  9. Penghormatan kebesaran: 09.52 WIB
  10. Laporan komandan upacara: 09.53 WIB
  11. Pengibaran Sang Merah Putih: 09.54 WIB
  12. Penghormatan kepada Sang Merah Putih: 10.00 WIB
  13. Mengheningkan cipta: 10.08 WIB
  14. Tanda kebesaran buka: 10.10 WIB
  15. Pembacaan teks Pancasila: 10.11 WIB
  16. Tanda kebesaran tutup: 10.12 WIB
  17. Pembacaan Pembukaan UUD 1945: 10.13 WIB
  18. Amanat inspektur upacara: 10.16 WIB
  19. Pembacaan doa: 10.26 WIB
  20. Andhika Bhayangkari: 10.30 WIB
  21. Laporan komandan upacara: 10.31 WIB
  22. Penghormatan pasukan: 10.32 WIB
  23. Inspektur upacara meninggalkan tempat upacara: 10.33 WIB
  24. Laporan perwira upacara: 10.34 WIB
  25. Upacara selesai: 10.35 WIB

B. Susunan Upacara di Daerah atau Luar Negeri

  1. Terompet pertama
  2. Terompet kedua
  3. Pasukan upacara memasuki tempat upacara
  4. Komandan upacara memasuki tempat upacara
  5. Inspektur upacara tiba di tempat upacara
  6. Laporan perwira upacara
  7. Inspektur upacara memasuki tempat upacara
  8. Penghormatan pasukan
  9. Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara
  10. Pengibaran Sang Merah Putih
  11. Mengheningkan cipta
  12. Tanda kebesaran buka
  13. Pembacaan teks Pancasila
  14. Tanda kebesaran tutup
  15. Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  16. Amanat inspektur upacara
  17. Pembacaan doa
  18. Andhika Bhayangkari
  19. Laporan komandan kepada inspektur upacara
  20. Penghormatan pasukan
  21. Inspektur upacara meninggalkan tempat upacara
  22. Laporan perwira upacara kepada inspektur upacara
  23. Komandan upacara membubarkan pasukan
  24. Upacara selesai

C. Susunan Upacara di Sekolah

  1. Persiapan upacara
  2. Pasukan upacara memasuki tempat upacara
  3. Komandan upacara memasuki tempat upacara
  4. Laporan
  5. Inspektur upacara memasuki tempat upacara
  6. Penghormatan pasukan
  7. Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara
  8. Pengibaran Sang Merah Putih
  9. Mengheningkan cipta
  10. Pembacaan teks Pancasila
  11. Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  12. Amanat inspektur upacara
  13. Pembacaan doa
  14. Laporan komandan kepada inspektur upacara
  15. Penghormatan pasukan
  16. Inspektur upacara meninggalkan tempat upacara
  17. Laporan perwira upacara kepada inspektur upacara
  18. Upacara selesai

Pidato Resmi Hari Lahir Pancasila 2026 dari Kepala BPIP

Ini teks lengkap pidato Hari Lahir Pancasila 2026 oleh kepala BPIB, Yudian Wahyudi:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.

Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian: Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.

Selamat Hari Lahir Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Merdeka!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya, Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!

Demikian susunan upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dan teks pidatonya, resmi dari BPIP. Semoga bermanfaat, ya, detikers!




(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads