Jogja Run D-City dalam rangkaian Jogja Financial Festival 2026 tak hanya diikuti anak muda, tetapi juga peserta lintas generasi. Mulai dari pelari Gen alpha, gen Z, hingga boomer berusia 59 tahun.
Pantauan detikJogja, para pelari di ajang Jogja Run D-City dari kategori 5K dan 10K mulai sampai di garis finish di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Jogja, mulai pukul 05.59 WIB.
Salah satu peserta, Ilham Fadilah (24), mengaku mengikuti ajang 10K itu karena ingin kembali merasakan atmosfer event lari di 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tahun 2026 ini saya belum ikut event lari sama sekali. Kebetulan diundang teman juga, jadi ikut deh," kata Ilham kepada detikJateng usai lomba, Minggu (24/5/2026).
Pemuda asal Kebumen itu pun mengaku puas dengan pengalaman pertamanya mengikuti event tersebut meski sempat terlambat datang karena kemacetan menuju lokasi.
"Flag off jam 05.30, saya dari kos di Maguwo. Sampai sini ternyata macet panjang, jadi telat. Terus tadi kelebihan jadi 11 kilometer," ujarnya.
Meski tanpa persiapan khusus, Ilham mampu menyelesaikan event tersebut kurang dari satu jam dengan pace 5:37.
"Persiapannya terakhir itu saya lari maraton, habis itu cuma fun run tiap minggu," katanya.
Para pelari lintas generasi di Jogja Run D-City, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Jogja, Minggu (24/5/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Tak hanya anak muda, peserta usia senior juga turut ambil bagian. Dwi Kuncoro Prasetyo (59) mengikuti kategori 5K dengan mengenakan lurik dan batik khas Jogja.
"Karena larinya di Jogja, jadi saya pakai konsep lurik," ujar Dwi usai mencapai garis finish pukul 06.32 WIB.
Ia mengaku baru pertama kali mengikuti event lari meski sudah rutin jogging selama dua tahun terakhir. Jogja Run D-City menjadi event lari pertamanya.
"Persiapannya sebelum ini saya lari seminggu satu sampai dua kali," katanya.
Menurut Dwi, suasana lomba terasa meriah dan menyenangkan. Ia mengaku puas dan berharap event tersebut bisa kembali digelar.
"Kesannya hebat, hebat sekali, banyak pelari yang keren-keren," ujarnya.
Ada pula peserta termuda asal Bantul yang mencuri perhatian, Bening (11). Ia mengikuti kategori 5K dengan mengenakan kebaya dan rok tradisional, ditemani ibunya.
"Saya pakai kebaya ini karena termotivasi lihat orang keren-keren kalau ikut lomba lari. Walau sebenarnya susah pakai rok, jadi saya cincing (angkat roknya)," kata Bening
Bening yang tergabung dalam klub lari di sekolahnya itu pun mengaku sedikit kecewa karena finish di posisi keempat.
"Maunya nomor satu," katanya sambil tertawa.
Perlu diketahui, Jogja Run D-City sendiri digelar pagi ini. Peserta start dari Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pukul 05.30 untuk kategori 10K dan pukul 05.45 untuk kategori 5K.
Jogja Run D-City juga menjadi bagian dari Jogja Financial Festival yang berlangsung pada 22-24 Mei 2026 di Jogja Expo Center.
Festival tersebut menghadirkan berbagai acara seperti Business Talks, Financial Class, stand up comedy, hingga penampilan musik dari Ndarboy Genk, Juicy Luicy, dan Ari Lasso.
Acara hiburan lain seperti Silet Open Up dan Lapor Pak juga bakal hadir dengan penampilan Kiky Saputri, Wendy Cagur, Surya Insomnia, hingga Andre Taulany.

