Aksi kekerasan jalanan atau klitih terjadi di dekat SMAN 3 Jogja atau sekitar Stadion Kridosono, Kota Jogja, dini hari tadi. Dalam peristiwa itu satu orang tewas setelah dianiaya pelaku menggunakan senjata tajam.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menjelaskan korban meninggal yakni pemuda berinsial AA (18). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/5) dini hari.
"Korban inisial AA kelahiran 2008. Kejadian dini hari, sekira jam 03.30 WIB," kata Adrian saat dihubungi wartawan, Minggu (17/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adrian menjelaskan, setelah kejadian korban sempat dilarikan Panti Rapih. Namun, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.
"Tadi untuk korban sudah dilarikan ke Panti Rapih. Karena dinyatakan meninggal dunia, ini lagi kita geser ke Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," kata Adrian.
Ia melanjutkan, dari penyelidikan sementara, saat kejadian korban sedang berkendara dengan temannya.
"Korban itu berdua sama kawannya, yang yang sebagai joki (menyetir motor)," kata Adrian.
Keterangan yang diperoleh polisi, korban dari Jalan Magelang lalu ke jalan sekitar Borobudur Plaza menuju ke selatan ke wilayah Pingit. Lalu, mereka ke timur menuju Jalan Margo Utomo dan ke selatan lagi ke arah Kridosono.
Oleh karena itu, polisi masih menyisir CCTV untuk mengungkap kronologi kejadian dugaan klitih tersebut. Sembari menyinkronkan keterangan dari teman korban yang merupakan saksi dalam peristiwa ini.
"Makanya ini kan masih kita sinkronkan keterangan saksi dan CCTV, karena mungkin kan mereka si ini nih (saksi) kan mungkin kelelahan, atau kecapaian, atau ketakutan kan untuk memberi keterangan," katanya.
Adrian belum bisa menyimpulkan kasus tewasnya AA apakah karena klitih atau bukan. Saat ini anggota tengah menelusuri kronologi kejadian.
"Saya belum bisa nyimpulkan. (Kemungkinan) street crime lah," kata Adrian.
Ia mengatakan penasihat hukum korban saat ini juga tengah membuat laporan resmi ke kepolisian.
Terpisah, Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan menambahkan, hasil penyelidikan sementara kasus ini bermula saat korban dan saksi dikejar oleh terduga pelaku. Baik korban dan pelaku berboncengan dengan sepeda motor dari Jalan Magelang.
Dani menyebut, pelaku menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam.
"Saat sampai di depan pintu selatan SMAN-3 Yka (Yogyakarta) korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam," kata Dani.
Usai kejadian itu, teman korban kemudian berusaha membawa korban ke rumah sakit.
"Pada saat saksi dan korban sampai di Jl. I Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulance milik gereja," pungkasnya.
(afn/afn)












































Komentar Terbanyak
Sultan HB X Angkat Bicara soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja