Pengeroyokan Ilham ABG Bantul hingga Tewas Berlatar Dendam Antargeng

Pengeroyokan Ilham ABG Bantul hingga Tewas Berlatar Dendam Antargeng

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 28 Apr 2026 13:39 WIB
Polisi mengungkap duduk perkara pengeroyokan yang menewaskan Ilham Dwi Saputra (16) di Pandak, Bantul.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Achmad Mirza menunjukkan barang bukti kaus bertulisan 'Tores Mistery' milik geng pengeroyok Ilham, Selasa (28/4/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Polisi menyebut motif pengeroyokan yang menewaskan Ilham Dwi Saputra (16) di Pandak, Bantul, karena dendam antargeng. Korban disebut sebagai anggota geng yang berselisih dengan geng para pelaku.

"Motifnya dendam. Jadi memang ada perselisihan sebelumnya," kata Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto kepada wartawan di Polres Bantul, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan hasil pengembangan penyidik, tujuh tersangka pengeroyokan itu tergabung dalam geng Tores. Sedangkan korban tergabung dalam geng Kuras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil pengembangan penyidik ada empat lokasi terjadinya pembacokan, yaitu Manding, Trirenggo, Gapensi, dan Palbapang (semuanya di Bantul)," ujarnya.

Dari empat perselisihan itu, geng Tores mengalami kekalahan. Saat berselisih di empat TKP itu, geng Tores ngebon atau pinjam orang dari Cilacap, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

"Jadi selama ini (7 tersangka) terafiliasi dengan geng Tores di Cilacap," ucap Bayu.

Merasa tidak terima, satu dari tujuh tersangka yakni JMA (23) warga Pakualaman, Kota Jogja, memerintahkan BLP (18) warga Kretek, Bantul, dan YP (21) warga Bambanglipuro, Bantul, untuk menghubungi Ilham.

"JMA memerintahkan BLP dan YP untuk DM (mengirim pesan melalui media sosial) korban. Karena korban salah satu anggota geng Kuras dan pelaku ini dari geng Tores," ungkap Bayu.

Dalam komunikasi itu, BLP dan YP menanyai Ilham terkait keanggotaannya di geng Kuras. Ilham disebut mengakui dirinya terafiliasi dengan geng Kuras.

"DM itu tanya apakah kamu merupakan anggota geng Kuras dan diiyakan oleh korban sehingga berlanjut saling tantang," ujar Bayu.

Apakah kedua geng itu merupakan geng pelajar, Bayu menampiknya. Mengingat anggota geng tersebut sudah berusia dewasa.

"Untuk geng itu bukan geng pelajar, itu geng yang terafiliasi di daerah lain. Apalagi kalau dilihat kan pelakunya semua berusia dewasa," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar asal Payungan, Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul, bernama Ilham Dwi Saputra (16) diduga menjadi korban pengeroyokan hingga berujung meninggal. Pelajar itu meninggal usai sempat menjalani perawatan medis hampir sepekan.

Ayah Ilham, Sugeng Riyanto, menjelaskan awalnya Ilham berada di rumah pada Selasa (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB. Selanjutnya, sekitar pukul 22.00 WIB, Ilham dijemput dua orang.

"Nah, itu tiba-tiba ada dua orang pakai Nmax kalau nggak salah boncengan jemput anak saya sekitar jam 10 malam," kata Sugeng kepada wartawan di rumah duka, Pandak, Bantul, Senin (20/4).

Berdasarkan rekan anaknya, Sugeng menyebut jika dua orang yang mengendarai motor itu membawa Ilham ke belakang salah satu SMAN di Bambanglipuro, Bantul. Sesampainya di lokasi, tiba-tiba datang dua orang berboncengan mengendarai motor Honda Scoopy.

"Dua orang boncengan pakai Scoopy itu lalu membawa pergi anak saya dengan posisi anak saya di tengah (bonceng tiga)," ujarnya.

Karena curiga, salah satu rekan Ilham membuntutinya hingga ke Lapangan Gadung Melati, Pandak. Sesampainya di lapangan tersebut, Ilham sudah dikerubuti sekitar 10 orang.

"Terus anak saya cuma ditanya 'kamu ikut geng ini' dan dijawab 'tidak'. Nah, setelah itu anak saya langsung dipukuli rame-rame, ada yang pakai selang, ada yang pakai paralon, pakai gunting, disundut rokok, bahkan dilindas pakai motor berulang kali," ucapnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads