Tentara Israel Perusak Patung Yesus di Lebanon Ditahan 30 Hari

Internasional

Tentara Israel Perusak Patung Yesus di Lebanon Ditahan 30 Hari

Novi Christiastuti - detikJogja
Rabu, 22 Apr 2026 11:20 WIB
Tamer Abu Zaho, who tried to deliver bread, medicines and diapers to his mother, who is trapped inside a Jenin hospital amid an Israeli raid, stands, in the Israeli-occupied West Bank, January 22, 2025. REUTERS/Ammar Awad
Ilustrasi tentara Israel. Foto: REUTERS/Ammar Awad
Jogja -

Dua tentara Israel yang kedapatan merusak sebuah patung Yesus disalib di wilayah Lebanon bagian selatan dijatuhi hukuman. Militer Israel menarik kedua tentara itu dari tugas tempur dan ditempatkan dalam tahanan militer selama 30 hari.

Hukuman itu dijatuhkan terhadap keduanya usai mereka menghancurkan patung Yesus menggunakan sisi tumpul sebuah kapak raksasa. Kejadian terlihat dalam sebuah foto yang tersebar secara online.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tindakan keduanya menuai kecaman luas dari para politisi Israel, Amerika Serikat (AS) dan para pemimpin gereja.

Foto yang memicu kehebohan itu diunggah oleh Younis Tirawi, seorang reporter Palestina yang juga telah mengunggah gambar-gambar dugaan pelanggaran yang dilakukan tentara-tentara Israel di Jalur Gaza.

ADVERTISEMENT

Dilansir Reuters, sebagaimana dikutip detikNews, Rabu (22/4/2026), menyebut penyelidikan terhadap insiden tersebut menunjukkan bahwa seorang tentara merusak simbol keagamaan Kristen, sementara satu tentara lainnya memotret tindakan perusakan tersebut.

Enam tentara Israel lainnya hadir di lokasi insiden, tapi tidak melakukan tindakan atau campur tangan.

Militer Israel menegaskan saat ini pihaknya bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengganti patung Yesus yang dirusak tersebut.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Eyal Zamir, mengutuk penodaan patung Yesus tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan merupakan kegagalan moral.



(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads