Doa Jumat Sore Setelah Ashar Sesuai Sunnah, Dijamin Mustajab!

Doa Jumat Sore Setelah Ashar Sesuai Sunnah, Dijamin Mustajab!

Sri Wahyuni Oktafia - detikJogja
Jumat, 10 Apr 2026 15:02 WIB
Tangan menengadah, ilustrasi berdoa.
Ilustrasi Berdoa (Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash)
Jogja -

Hari Jumat menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai hari terbaik dalam sepekan, Jumat juga menyimpan satu waktu mustajab yang diyakini sebagai saat paling tepat untuk memanjatkan doa. Salah satu waktu yang paling banyak disebut dalam berbagai hadits adalah setelah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib.

Di waktu inilah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan amalan kebaikan lainnya. Bahkan, sejumlah ulama menyebut bahwa peluang doa dikabulkan pada Jumat sore begitu besar, terutama bagi mereka yang mengisinya dengan ibadah dan penuh keikhlasan.

Lantas, seperti apa doa Jumat sore setelah ashar yang sesuai sunnah? Apa saja amalan yang dianjurkan agar doa lebih mudah dikabulkan? Simak ulasan lengkap beserta bacaan doa dan keutamaannya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam

Pada dasarnya, seluruh hari dalam Islam adalah baik dan penuh keberkahan. Namun demikian, hari Jumat memiliki kedudukan yang lebih istimewa dibandingkan hari-hari lainnya. Jumat bahkan disebut sebagai hari raya bagi umat Islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

ADVERTISEMENT

إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عِيْدُكُمْ

Artinya: "Sesungguhnya, Jumat adalah hari raya kalian."

Hadits tersebut menunjukkan bahwa hari Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan hari yang dimuliakan. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti berdoa, berdzikir, membaca Al-Quran, serta melaksanakan sholat sunnah dan amalan kebaikan lainnya.

Keistimewaan hari Jumat juga berkaitan dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Dikutip dari buku Zikir dan Doa Penghuni Surga karya Supriyadi, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan hari Jumat dalam sebuah hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا ، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sebaik-baik hari di mana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Adam diciptakan, pada hari Jumat Adam dimasukkan surga, pada hari Jumat Adam dikeluarkan dari surga, dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat." (HR Muslim)

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa hari Jumat memiliki nilai historis yang tinggi. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan hari ini dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hadits Waktu Mustajab di Hari Jumat

Selain dikenal sebagai hari yang penuh keutamaan, hari Jumat juga memiliki satu waktu istimewa yang diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Pada waktu tersebut, doa seorang muslim memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, sebagaimana dirujuk dari buku Zikir dan Doa Penghuni Surga karya Supriyadi, disebutkan hadits Rasulullah SAW berikut:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : فِيْهِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Artinya: "Sesungguhnya, Rasulullah SAW menyebutkan hari Jumat, beliau bersabda, 'Pada hari Jumat ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim sholat dan memohon suatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan kepadanya."

Hadis ini menegaskan adanya satu waktu khusus di hari Jumat yang sangat utama untuk berdoa. Namun demikian, waktu tersebut tidak disebutkan secara pasti sehingga memunculkan berbagai pendapat di kalangan ulama.

Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu mustajab tersebut terjadi saat imam atau khatib naik mimbar hingga pelaksanaan sholat Jumat selesai. Pendapat lain menyebutkan bahwa waktu tersebut berada setelah sholat ashar hingga menjelang maghrib, khususnya bagi orang yang menunggu waktu sholat berikutnya. Ada pula yang berpendapat bahwa waktu mustajab itu terletak di antara dua khutbah Jumat.

Perbedaan pendapat ini justru menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa sepanjang hari Jumat, tidak hanya pada satu waktu tertentu. Dengan demikian, peluang untuk mendapatkan waktu mustajab menjadi semakin besar.

Kenapa Setelah Ashar Hari Jumat Disebut Waktu Mustajab?

Salah satu pendapat yang cukup kuat di kalangan ulama menyebutkan bahwa waktu mustajab di hari Jumat berada setelah sholat Ashar hingga menjelang maghrib. Pendapat ini didukung oleh sejumlah hadis yang menjelaskan keutamaan berdoa pada waktu tersebut.

Dalam buku Aktivasi Mukjizat Hari Jumat karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa setelah sholat Ashar merupakan momen yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama doa. Hal ini karena waktu tersebut diyakini sebagai salah satu waktu yang paling dekat dengan dikabulkannya permohonan seorang hamba.

Adapun dalil yang memperkuat pendapat ini di antaranya adalah hadis berikut:

Dari Abu Sahid al-Khudri dan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Di hari Jumat terdapat suatu waktu, di mana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah Ashar." (HR Ahmad, dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth)

Dari Jabir bin Abdillah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Pada hari Jumat ada dua belas jam, di antaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah ashar." (HR Abu Daud, Nasa'i, dan dishahihkan Syaikh al-Albani)

Berdasarkan dua hadits di atas, banyak ulama yang berpendapat bahwa waktu setelah ashar hingga menjelang maghrib merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa di hari Jumat. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini dengan memperbanyak amal ibadah.

Doa Jumat Sore Setelah Ashar Sesuai Sunnah

Dilansir detikHikmah dan Mafatih Al Jinan oleh Syaikh Abbas Al Qummi, berikut bacaan doa Jumat sore setelah Ashar yang bisa detikers amalkan:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau."

Doa Jumat Sore Setelah Ashar Lainnya

Selain doa di atas, berikut 5 doa lainnya yang dianjurkan dibaca setelah ashar di hari Jumat untuk melengkapi amal ibadah, dirangkum dari buku Kunci-Kunci Surga karya Ahya Alfi Shobari, Doa dalam Al-Quran tulisan Jejen Musfah, Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir, dan Shalawat karya Enjang Burhanudin Yusuf, Kumpulan Doa Makbul oleh Neni Nuraeni, serta Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati tulisan Thoriq Aziz Jayana.

1. Doa Sapu Jagat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka."

2. Doa Memohon Ampunan dan Husnul Khatimah

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ ۝ رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۖ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ ۝

Latin: Rabbanaa innaka man tudkhilin naara faqad akhzaitah, wa maa lidh-dhaalimiina min anshaar. Rabbanaa innanaa sami'naa munaadiyan yunaadii lil iimaan an aamanuu birabbikum fa aamannaa, rabbanaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa kaffir 'annaa sayyi'aatinaa wa tawaffanaa ma'al abraar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang penyeru (rasul) yang menyeru kepada iman, 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbakti"

3. Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مَا يَكْفِينِي وَامْنَعْنِي مَا يُطْغِينِي

Latin: Allahumma rzuqnii maa yakfiinii, wamna'nii maa yuthghiinii.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah aku rezeki yang mencukupiku dan jauhkanlah aku dari sesuatu yang dapat membuatku melampaui batas."

4. Doa Memohon Kesehatan

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma 'aafinii fii badanii, Allahumma 'aafinii fii sam'ii, Allahumma 'aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, sehatkanlah tubuhku, ya Allah sehatkanlah pendengaranku, ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau."

5. Doa untuk Kedua Orang Tua

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin: Allahummaghfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil."

Adab Berdoa Agar Lebih Mustajab

Disadur dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman bin Muhammad Bahri, berdoa tidak sekadar menyampaikan keinginan kepada Allah SWT. Ada adab atau tata cara yang dianjurkan agar doa yang dipanjatkan menjadi lebih khusyuk dan berpeluang besar untuk dikabulkan. Adab ini mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam memohon serta menunjukkan sikap hormat kepada Sang Pencipta.

1. Memuji dengan Puji-Pujian Kepada Allah

Adab pertama yang dianjurkan adalah memulai doa dengan memuji Allah SWT. Pujian ini bisa berupa ucapan seperti Alhamdulillahi rabbil 'alamin atau kalimat lain yang mengandung pengagungan terhadap-Nya. Tujuannya adalah untuk menempatkan Allah sebagai Dzat Yang Maha Tinggi sebelum seorang hamba menyampaikan permohonannya. Dengan memulai doa menggunakan pujian, hati akan lebih tunduk dan menyadari kebesaran Allah.

2. Membaca Sholawat

Setelah memuji Allah, dianjurkan untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat memiliki keutamaan besar karena menjadi salah satu amalan yang dapat mengantarkan doa agar lebih mudah dikabulkan.

3. Menghadap Kiblat

Menghadap kiblat menjadi salah satu adab yang dianjurkan dalam berdoa. Meskipun tidak wajib, posisi ini menunjukkan kesungguhan dan keseriusan dalam memohon kepada Allah. Kiblat yang mengarah ke Ka'bah menjadi simbol persatuan umat Islam dalam beribadah, termasuk saat memanjatkan doa.

4. Berdoa dalam Keadaan Suci

Adab berikutnya adalah menjaga kesucian diri saat berdoa, baik dari hadas besar maupun kecil. Dalam praktiknya, seorang muslim dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum berdoa sebagai bentuk penyucian diri. Selain itu, kebersihan pakaian dan tempat juga menjadi hal yang perlu diperhatikan agar ibadah yang dilakukan terasa lebih nyaman dan penuh kekhidmatan.

Demikian penjelasan lengkap mengenai kumpulan doa di hari Jumat setelah Ashar sesuai sunnah serta adab saat memanjatkannya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads