19 Murid SD Diduga Keracunan MBG, SPPG Ditutup Sementara

19 Murid SD Diduga Keracunan MBG, SPPG Ditutup Sementara

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 09 Apr 2026 19:12 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Bantul -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebut telah menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia makan bergizi gratis (MBG) untuk SDN Monggang yang berujung 19 orang diduga keracunan. Selain itu, Pemkab meminta pengawasan akan rantai pasok makanan ditingkatkan.

"Untuk SPPG yang diduga menyebabkan keracunan sudah ditutup sementara dan kapan akan buka kembali itu kewenangan dari BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji kepada wartawan di Bantul, Kamis (9/4/2026).

Terkait penyebab keracunan di SDN Monggang, Hermawan menduga karena salah satu menu MBG. Namun, untuk memastikannya, Hermawan mengaku jika Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mengambil sampel makanan untuk selanjutnya menjadi uji laboratorium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dugaan sementara keracunan MBG berasal menu susu. Tapi untuk memastikannya sampel susu telah dibawa Dinkes untuk uji laboratorium," ujarnya.

Hermawan juga mengatakan, bahwa Pemkab telah mengambil langkah agar kejadian serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari. Salah satunya dengan memperkuat pengawasan melalui tingkat Kapanewon atau Kecamatan.

ADVERTISEMENT

"Ke depannya pengawasan MBG akan kita sinergikan dengan jajaran di tingkat Kapanewon, jadi tidak saja makanannya tapi tapi juga memitigasi rantai pasok makanan ke SPPG," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, 19 murid SDN Monggang, Srihardono, Pundong, Bantul mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Penyebabnya diduga berasal dari susu kotak yang saat dibuka mengeluarkan bau menyengat.

Kepala SDN Monggang, Sumarni mengatakan, bahwa kejadian bermula saat sekolahnya mendapat kiriman MBG, Rabu (8/4) pukul 08.30 WIB. Selanjutnya, memasuki waktu istirahat barulah MBG dibagikan kepada murid-murid.

"Lalu ada murid kelas VI yang menemukan adanya belatung yang gerak-gerak di pokcoy dan omprengnya dibawa ke kantor guru," katanya kepada wartawan, Kamis (9/4).

Akibat adanya temuan itu, Sumarni meminta agar MBG yang belum terlanjur dimakan tidak dimakan terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, ada pula ompreng yang berbau tidak sedap di ruang guru.

"Setelah ompreng dibuka ternyata bau menyengat itu berasal dari susu kotak. Karena itu saya minta susu kotak yang belum diminum murid-murid ditarik agar nanti diganti dari SPPG," ujarnya.

Tidak lama kemudian, ada murid yang mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi menu MBG. Oleh sebab itu, pihak sekolah membawanya ke Puskesmas Pundong.

"Ternyata murid yang mengalami gejala keracunan terus bertambah sampai 18 orang. Tapi setelah dapat penanganan medis semuanya sudah diperbolehkan pulang," ucapnya.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads