Polisi telah mengamankan salah satu orang dari kelompok 'bang jago' yang berkendara melawan arah hingga menganiaya sesama pengguna jalan raya di Umbulharjo, Kota Jogja. Orang yang diamankan itu adalah orang yang tampak paling emosi dalam video yang viral.
Dari foto yang dibagikan polisi kepada awak media, terlihat pelaku yang telah diamankan tampak seperti orang yang menantang dan memaki korban dalam video yang telah tersebar di media sosial. Pelaku mengenakan kaus hitam, kedua tangannya juga bertato. Gelang dari rantai besi stainless juga tampak di lengan kirinya.
Pelaku berambut pendek dengan kumis tipis. Foto tersebut juga dibagikan Polresta Jogja dalam akun Instagram resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku NH (23) warga Umbulharjo diduga melakukan penganiayaan dengan cara menendang dan meludahi korban," terang Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Ipda Anton Budi Susilo dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
"Pelaku diamankan tim gabungan Resmob Polresta Yogyakarta dan Reskrim Polsek Umbulharjo hari ini Rabu 1 April 2026. Saat ini Reskrim Polsek Umbulharjo masih terus mendalami kasus ini," sambungnya.
Anton mengatakan, saat ini belum ada penetapan status terhadap pelaku yang telah diamankan tersebut.
"Saat ini masih diperiksa di Polsek Umbulharjo," ungkap Anton.
Sebelumnya, aksi bang jago ini terekam kamera korbannya yang videonya kini viral di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam video dari sudut pandang korban tersebut terlihat beberapa orang yang mengerumuni korban.
Namun ada satu laki-laki yang tampak sangat emosi hingga memaki dan menantang korban. Dalam keterangan unggahan tersebut, korban membeberkan kronologi kejadiannya. Di situ tertulis pengakuan korban yang hendak ditabrak pelaku yang berkendara lawan arah di Jalan Kerto, Umbulharjo, pada Senin (30/3) pukul 20.45 WIB.
"Saya hampir ditabrak pengendara yang melawan arah dan tidak memakai helm. Karena kaget, saya spontan berteriak. Pelaku tidak terima, langsung berbalik mengejar dan menghadang saya di jalan," bunyi keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Rabu (1/4).
"Setelah itu situasi langsung memanas. Pelaku memanggil sekitar 6-7 orang rekannya. Mereka datang dan mulai mengintimidasi, berteriak anarkis, meludahi, serta mengancam akan melakukan kekerasan. Plat kendaraan saya difoto, dan saya terus ditekan dengan ancaman. Tidak hanya itu, teman saya yang berada di belakang sempat dipukul oleh salah satu dari mereka. Bahkan saat ada warga yang mencoba melerai, tetap diteriaki dan diancam," lanjutnya.
Pihak kepolisian pun membenarkan kejadian ini. Korban, menurut Anton, juga telah membuat laporan.
"Benar pengadu telah melapor terkait kasus penganiayaan yang dialami," terang Anton dalam keterangannya, hari ini.
