Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah Rasulullah agar Dipertemukan Kembali dengannya

Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah Rasulullah agar Dipertemukan Kembali dengannya

Desi Rahmawati - detikJogja
Jumat, 20 Mar 2026 17:16 WIB
Bacaan doa akhir Ramadan sesuai sunnah Rasulullah SAW
Membaca doa akhir Ramadan. (Foto: Thirdman/Pexels)
Jogja -

Tak terasa bulan Ramadan yang penuh kemuliaan dan keberkahan ini akan segera pergi. Di penghujung Ramadan inilah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa sebagai penutup ibadah puasa.

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya sebuah doa yang dianjurkan untuk dibaca di penghujung Ramadan ini. Doa tersebut merupakan bentuk harapan kepada Allah SWT agar mempertemukan kembali hamba-Nya dengan bulan suci ini di tahun mendatang.

Bagi umat Islam yang ingin mengamalkan doa tersebut, berikut bacaan doa akhir Ramadan sesuai sunnah Rasulullah SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah Rasulullah

Rasulullah Saw mengajarkan sebuah doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca pada hari terakhir Ramadan. Dilansir detikHikmah, diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca doa ini di penghujung Ramadan, Allah SWT akan memberikan salah satu dari dua kebaikan, yakni dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya, atau mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya.

ADVERTISEMENT

Adapun bacaan doa akhir Ramadan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَ لَنِي مَرْحُوْمًا وَ لَا تَجْعَلْنِي مَحْرُومًا

Arab-Latin: Allahuma laa taj'alhu aakhiril'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fain ja'altahu faj'alnii marhuuman walaa taj'alnii mahruuman.

Artinya: "Ya Allah, janganlah Kau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikan sebaliknya, jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhi."

Waktu Membaca Doa Akhir Ramadan

Doa akhir Ramadan tersebut dianjurkan untuk dipanjatkan pada malam Idul Fitri atau malam takbiran. Waktu yang paling utama untuk membacanya adalah pada sahur atau sepertiga malam terakhir, sebagaimana dijelaskan dalam buku 10 Malam Akhir Ramadhan karya Shabri Shaleh Anwar. Hal ini dikarenakan waktu tersebut termasuk dalam waktu mustajab untuk berdoa.

Selain itu, membaca doa akhir Ramadan juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam untuk mengisi malam Idul Fitri. Muhammad Saiyid Mahadhir dalam bukunya yang berjudul Bekal Ramadhan dan Idul Fitri (6): Idul Fitri menyebutkan bahwa malam Idul Fitri juga dapat dihidupkan dengan memperbanyak takbir, melaksanakan sholat berjamaah, berdzikir, serta membaca Al-Quran sebagai bentuk pengagungan di penghujung bulan suci ini.

Keutamaan Berdoa di Akhir Ramadan

Berdoa di penghujung Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa karena pada 10 malam terakhir Ramadan terdapat Lailatul Qadar. Dirujuk dari buku 200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat oleh Abdillah F. Hasan, malam ini digambatkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an sebagai malam yang memiliki keistimewaan melebihi seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Qadr ayat 1-5:

إِنَّا أَنزَلْنَهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَنَكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَمُ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Keistimewaan Lailatul Qadar tersebut memberikan hikmah kepada umat Islam bahwa segala amal ibadah yang dikerjakan pada malam tersebut termasuk doa, pahalanya akan berlipat ganda melebihi ibadah yang dikerjakan selama seribu bulan.

Keutamaan berdoa di penghujung Ramadan tidak hanya berhenti pada Lailatul Qadar. Malam Idul Fitri yang menandai berakhirnya Ramadan juga termasuk dalam waktu mustajab untuk berdoa. Menukil laman NU Online, Syekh Zakariyya al-Anshari dalam kitab Asna al-Mathalib menyebutkan bahwa malam Idul Fitri termasuk waktu yang mustajab sebagaimana malam Jumat, dua malam awal bulan Rajab, malam Idul Adha, dan malam Nisfu Sya'ban.

Itulah bacaan doa akhir Ramadan sesuai sunnah Rasulullah SAW untuk memohon dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya.

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/sto)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads