Satu keluarga yang tinggal di Padukuhan Klegen, Kalurahan Trimulyo, Sleman, Sleman dilaporkan hilang. Dalam laporan kepolisian, keluarga yang terdiri dari tiga orang itu tidak diketahui keberadaannya sejak pekan lalu.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Polda DIY pada Selasa (10/3) dengan dasar laporan L/GANGGUAN/B/3/III/2026/SPKT/POLDA D.I YOGYAKARTA. Laporan orang hilang itu tercatat dalam laporan polisi tertanggal 9 Maret 2026.
Tiga orang yang dilaporkan hilang yakni Nafeeza Khalisa yang berusia 8 tahun, Sri Handayani (29), dan Ahmad Mukharom (30). Ketiganya dilaporkan hilang oleh ayah Sri Handayani.
"Pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 18.30 WIB pelapor mencari cucunya yakni Nafeeza. Kemudian terlapor 2 (Sri Handayani) dan terlapor 3 (Ahmad Mukharom) adalah sepasang suami istri," demikian pengumuman di postingan akun Instagram resmi Polda DIY @poldajogja, Selasa (10/3/2026).
Sejak saat itu, keberadaan ketiganya tidak diketahui lagi. Berdasarkan informasi yang diterima polisi, antara pelapor dan para terlapor tinggal dalam satu rumah.
"Antara pelapor dan para terlapor tinggal dalam satu rumah di Klegen, Trimulyo, Sleman, Sleman," sebutnya.
Polda DIY meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan ketiga orang tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
"Jika menemukan dan/atau memiliki informasi atas keberadaan terlapor, segera hubungi kantor polisi terdekat," tulis Polda DIY dalam pengumuman tersebut.
Informasi juga dapat disampaikan melalui call center 110 atau melalui nomor layanan SPKT Polda DIY di 0812-1748-0541dan Ditreskrimum Polda di 0813-2680-2328.
Sementara itu, Sumadi, ayah dari Sri Handayani sekaligus pelapor dalam kasus ini, mengungkap anak serta cucunya itu pergi dari rumah pada Senin (2/3) sore. Saat itu dia hendak menjalankan salat tarawih.
"Pada hari Senin (2/3) sore itu saya mau salat tarawih. Anak saya, Sri Handayani, itu cuman dari kerja menjemput cucu saya," kata Sumadi saat dihubungi detikJogja, Selasa (10/3/2026).
Setelah menjemput, ketiganya lalu keluar dari rumah tanpa berpamitan sama sekali dan tanpa membawa pakaian. Mereka keluar hanya membawa pakaian yang menempel di tubuh dan sepeda motor beserta surat nikah. Sumadi mengaku tak mengetahui ke mana ketiganya pergi.
"Tanpa pamit, tanpa bawa bekal apapun, tanpa bawa pakaian cuman pakai pakaian yang dikenakan itu. Lalu pergi tanpa pamit. Sampai sekarang belum pulang," ujarnya.
Sumadi juga mencoba menghubungi anaknya melalui telepon. Namun sejak hari mereka pergi, nomor telepon Sri Handayani tidak bisa dihubungi. Semua akses komunikasi telah terputus.
"Saya baru laporan ke Polda itu hari Senin (9/3) karena lapor di polsek ditolak," ucapnya.
Selain lapor ke polisi, Sumadi juga telah berusaha mencari keberadaan mereka melalui para kerabat. Ia bahkan mendatangi sejumlah kota yang diduga menjadi tempat tinggal kerabat menantunya.
"Karena saya enggak bisa menghubungi, saya cari alamat-alamat (saudara). Saya sudah sampai ke Blitar hari Kamis. Terus saya dapat info lagi ke Tangerang juga enggak ada, ke Tuban juga enggak ada. Ya saudara-saudaranya yang laki-laki (menantu saya) itu yang saya tuju," ujarnya.
Sepekan lebih keberadaan anak beserta cucunya masih tanda tanya. Sumadi pun masih belum menemukan petunjuk yang signifikan.
Sumadi berharap anak, menantu, dan cucunya bisa segera ditemukan. Ia mengkhawatirkan kondisi cucunya yang masih kecil.
"Saya berharap segera ditemukan. Kasihan cucu saya, dia masih kecil dan harus sekolah," pungkasnya.
Simak Video "Video Aksi Demo di Mapolda DIY Sempat Ricuh, Massa Dobrak Pagar"
(apu/dil)