Mencekamnya Hotel di Dubai Saat Kena Bom Menurut Kesaksian Turis

Internasional

Mencekamnya Hotel di Dubai Saat Kena Bom Menurut Kesaksian Turis

Bonauli - detikJogja
Kamis, 05 Mar 2026 21:47 WIB
Rudal yang jatuh di Dubai saat perang Amerika-Israel dengan Iran pecah.( Dok. Yuliana, WNI di Dubai)
Foto: Rudal yang jatuh di Dubai saat perang Amerika-Israel dengan Iran pecah.( Dok. Yuliana, WNI di Dubai)
Jogja -

Sejumlah turis di Dubai menuturkan kesaksian mereka tentang mencekamnya suasana ketika hotel di sana terkena serangan bom.

Dilansir detikTravel, serangan Iran terhadap Dubai membuat turis-turis yang ada di sana ketakutan. Ada beberapa turis yang menjadi saksi pengeboman hotel.

Salah satunya Sim J Evans, atlet binaraga Inggris yang berada di Dubai sejak pekan lalu. Ia seharusnya pulang ke New York pada hari Minggu, tapi serangan rudal membuat Timur Tengah sepakat untuk menutup wilayah udaranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam satu setengah hari terakhir, kami telah menyaksikan sesuatu yang berbeda, bangunan bergetar akibat drone yang dicegat, ledakan di kejauhan mengguncang kaca," kata Evans dalam sebuah unggahan Instagram, dikutip detikTravel.

Isabella, turis asal Australia, juga mengaku menyaksikan hal yang menakutkan.

ADVERTISEMENT

"Saya mengirimkan video pakaian di Dubai kepada ibu saya, lalu satu menit berikutnya saya mengirimkan video yang menyedihkan mencoba berkomunikasi dengan keluarga saya karena di seberang hotel saya sebuah bangunan dibom," kata kreator perjalanan asal Australia itu di Instagram, dikutip dari Euro News pada Kamis (5/3/2026).

Turis-turis yang berada di luar ruangan dan masih berada di sekitar hotel pun diminta untuk kembali. Denise Curran, turis asal Irlandia Utara, mengaku diminta kembali ke hotel bersama keluarganya pada hari Minggu.

"Saya sebenarnya mencoba tersenyum dan berpura-pura semuanya baik-baik saja di depan anak-anak saya... tetapi saya ketakutan. Semua tempat tutup dan suara keras terus terdengar," tulis dia di media sosial.

Sebagian turis mengatakan mereka kesulitan menghubungi atau mendapatkan nasihat dari kedutaan dan maskapai penerbangan. Hal itu dialami sepasang suami istri asal Italia di Dubai.

"Kami sedang berlibur bersama teman-teman, kami mencoba menghubungi kedutaan Italia, tetapi tidak ada balasan," kata mereka saat berbagi pengalaman menegangkan itu secara daring.

Sementara itu para pengunjung yang terlantar di UEA telah diberitahu bahwa penginapan hotel dan makanan mereka akan ditanggung jika penerbangan mereka dibatalkan.

Qatar juga menanggung semua turis yang terjebak di negaranya. Qatar Airways dan Bandara Internasional Hamad Doha dilaporkan telah membagikan kupon makanan kepada penumpang yang menunggu.

Ershad Kaleebullah, seorang wisatawan, menjadi salah satu yang terjebak di Qatar. Ia mengatakan bahwa mereka mendapat kamar di hotel-hotel bintang lima di seluruh Doha.

"Sarapan, makan siang, dan makan malam semuanya ditanggung selama wilayah udara ditutup," kata dia.



(dil/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads