Internasional

Khamenei Tewas, Bendera Merah Tanda Balas Dendam Berkibar di Masjid Iran

Firda Cynthia Anggrainy - detikJogja
Minggu, 01 Mar 2026 23:56 WIB
Iran mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran. (Foto: Instagram/jamkaran_ir)
Jogja -

Pemerintah Iran mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran, tempat ziarah Syiah, di kota suci Iran Qom, usai kematian pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Marja Syiah itu tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir detikNews, unggahan akun Masjid Jamkaran, Minggu (1/3/2026), menunjukkan bendera merah itu dikibarkan di tengah prosesi pemakaman Khamenei. Tampak foto Khamenei dalam figura yang dibawa ke peristirahatan terakhir.

Pengibaran bendera itu menjadi simbol balas dendam terhadap AS dan Israel.

"Pengibaran bendera 'Ya Lazarat al-Hussein' di atas kubah ambang suci Masjid Jamkaran dalam mencari darah dan balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis," tulis keterangan unggahan tersebut.

flag of revenge" is seen raised atop the dome of the Jamkaran Mosque in Qom, Iran, on June 13, 2025, following Israeli attacks on multiple Iranian cities. The flag, inscribed with "Revenge for Hussein" in white Arabic script, symbolizes a call for retaliation and mourning in the country. (Photo by Stringer/Anadolu via Getty Images)" title="Masjid Jamkaran Dibalut Bendera Merah, Lambang Perlawanan Iran" class="p_img_zoomin" caption="QOM, IRAN JUNE 13: A red "flag of revenge" is seen raised atop the dome of the Jamkaran Mosque in Qom, Iran, on June 13, 2025, following Israeli attacks on multiple Iranian cities. The flag, inscribed with "Revenge for Hussein" in white Arabic script, symbolizes a call for retaliation and mourning in the country. (Photo by Stringer/Anadolu via Getty Images)" />Bendera Merah tanpa balas dendam untuk Khamenei berkibar di Masjid Jamkaran Iran. (Photo by Stringer/Anadolu via Getty Images) Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu

Sebagai nfnormasi, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan Israel dan AS di Iran pada Sabtu (28/2).

"Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP.

Kemudian pada Minggu (1/3), Iran membenarkan tewasnya pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei. Masa berkabung nasional di Iran pun ditetapkan selama 40 hari lamanya.

Dilansir CNN dan AFP, selain Khamenei, putri, menantu hingga cucu sang pemimpin tertinggi Iran itu juga tewas. Tak hanya itu, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga tewas.



Simak Video "Video: Warga Iran Turun ke Jalan, Berduka Atas Kematian Ayatollah"

(ams/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork