Seekor ular kobra Jawa atau naja sputatrix dievakuasi tim pemadam kebakaran dari rumah warga di Dusun Jalen, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten. Ular itu mengagetkan pemilik rumah karena mendesis pada malam hari.
"Kejadiannya Minggu, 15 Februari 2026 sekitar jam 01.15-01.30 WIB. Jenisnya ular kobra jawa atau Naja sputatrix panjang 120 sentimeter ditangkap di atap dapur rumah," jelas komandan Regu 2 Pemadam Kebakaran Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Mart Pamungkas kepada detikJateng, Minggu (15/2/2026) pagi.
Dikatakan Tri, awalnya anak pemilik rumah, Suratmin (76) mendengar desisan di atap saat tidur. Ia ketakutan dan langsung membangunkan sang ayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian memanggil ayahnya Suratmin (76) dan menghubungi Damkar Klaten. Saksi memantau pergerakan ular yang berpindah melalui reng atap menuju dapur," lanjut Tri.
Regu 2 yang menerima laporan bergegas ke lokasi. Saat memanjat ke atap untuk mencari posisi ular, ternyata kepala ularnya sudah melongok ke bawah.
"Personel Regu 2 naik ke atap hanya untuk mengecek keberadaannya. Saat terlihat kepala ularnya dari bawah, dapat dijangkau dengan grab stik," tutur Tri.
"Betul ternyata ular kobra satu ekor. Keterangan dari pemilik rumah, sehari sebelumnya sudah mematikan satu ekor ular kobra masuk rumah," sambung Tri.
Tri melanjutkan, pihaknya menduga ular tersebut naik ke rumah melalui tumpukan kayu. Lokasi kayu-kayu itu berada di belakang rumah.
"Di belakang rumah ada tumpukan kayu, mungkin merambat dari sana. Imbauan untuk masyarakat bersihkan lingkungan sehingga mangsa ular berkurang, rapikan tumpukan barang yang tidak terpakai sehingga tidak ada tempat ular bersembunyi, tutup lubang akses ular dapat melaluinya untuk masuk rumah dan potong ranting pohon yang mengenai atap rumah," imbuh Tri.
Kabid Pemadaman Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino menyatakan kobra termasuk ular berbisa tinggi. Masyarakat diminta selalu waspada.
"Untuk kesiapan warga selalu waspada terhadap ancaman ular. Untuk mengurangi resiko dari gigitan ular yang berbisa atau tidak berbisa, bisa melaporkan dan minta bantuan kepada beberapa pihak yang memiliki pengetahuan tentang ular," jelas Sumino.
(apu/apu)

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja