Teror Serangan di Pakistan, 145 Militan Separatis Dibunuh

Internasional

Teror Serangan di Pakistan, 145 Militan Separatis Dibunuh

Novi Christiastuti - detikJogja
Senin, 02 Feb 2026 15:39 WIB
Teror Serangan di Pakistan, 145 Militan Separatis Dibunuh
Dampak kerusakan parah akibat serangan separatis di Balochistan, Pakistan. Foto: REUTERS/Stringer
Jogja -

Pasukan keamanan Pakistan menghabisi sedikitnya 145 militan separatis dalam pertempuran 40 jam atau dua hari di wilayah Balochistan yang diselimuti pemberontakan separatis selama beberapa dekade.

Dikutip detikNews dari Reuters, Senin (2/2/2026), pertempuran itu pecah usai rentetan serangan bersenjata dan serangan bom yang melanda berbagai wilayah Balochistan hingga menewaskan nyaris 50 orang pada akhir pekan. Otoritas Provinsi Bolochistan menghadapi peningkatan konflik paling mematikan selama beberapa tahun terakhir.

Diketahui wilayah Balochistan ini merupakan wilayah yang kaya sumber daya alam dan berbatasan dengan Iran serta Afghanistan. Belakangan, serangan kelompok separatis terhadap pasukan keamanan Pakistan, warga sipil dan infrastruktur setempat semakin meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada serangan yang terkoordinasi pada Sabtu (31/1) waktu setempat, para pelaku serangan tampak berpakaian seperti warga sipil biasa. Mereka memasuki rumah sakit, sekolah, bank, dan pasar setempat sebelum melontarkan tembakan membabi buta.

ADVERTISEMENT

"Dalam setiap kasus, para penyerang datang dengan berpakaian seperti warga sipil dan secara membabi-buta menargetkan orang-orang biasa yang bekerja di toko-toko," kata Menteri Dalam Negeri junior Pakistan, Talal Chaudhry.

Talal menyebut para militan separatis ini menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia saat melakukan serangan. Kelompok separatis terlarang, Tentara Pembebasan Baloch (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan pada akhir pekan itu.

Mereka mengaku melancarkan operasi terkoordinasi yang dinamai 'Herof' atau "badai hitam" yang menargetkan pasukan keamanan di seluruh wilayah Balochistan.

Para pejabat setempat menyebut serangan separatis itu dilancarkan nyaris serentak di area Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan, juga di Gwadar, Mastung, dan Noskhi. Ciri khas serangan itu dilakukan pelaku bersenjata yang menembaki instalasi keamanan, termasuk markas besar Frontier Corps, upaya bom bunuh diri, dan sempat memblokir ruas jalanan.

Dampak dari serangan brutal BLA itu terlihat jelas di Quetta, di mana kendaraan-kendaraan hangus terbakar di salah satu kantor polisi setempat, pintu dipenuhi lubang bekas peluru, dan ruas jalanan ditutupi dengan pita kuning.

Kepala Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, melaporkan sedikitnya 17 personel penegak hukum dan 31 warga sipil tewas dalam serangan militan separatis itu.

Serangan separatis itu memicu operasi balasan besar-besaran oleh tentara, polisi dan unit antiterorisme Pakistan. Militer Pakistan mengumumkan sedikitnya 92 militan tewas dalam pertempuran pada Sabtu (31/1), sedangkan sebanyak 41 militan lainnya tewas dalam operasi pendahuluan pada Jumat (30/1).

"Kami memiliki laporan intelijen bahwa operasi semacam ini sedang direncanakan, dan sebagai hasilnya, kami memulai pra-operasi sehari sebelumnya," kata Bugti.

Sementara itu, kelompok separatis BLA mengklaim para petempurnya telah menewaskan 84 personel pasukan keamanan Pakistan dan menangkap 18 personel lainnya. Klaim ini belum bisa diverifikasi secara independen. Militan Pakistan belum memberikan tanggapan.




(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads